Social Media

Share this page on:

Kabupaten Butuh Litbang Data Pertanian dan Perkebunan

16-08-2016 - 16:03
Ilustrasi litbang pertanian dari kelompok masyarakat (istimewa)
Ilustrasi litbang pertanian dari kelompok masyarakat (istimewa)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang memiliki kekayaan alam yang sangat kaya, terutama dalam bidang pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian mayoritas penduduknya.

Dengan luas lahan sawah 49.552 ha dan lahan kering 275.871 ha , Kabupaten Malang menyimpan potensi sebagai lumbung produksi pertanian dan perkebunan.

Hal ini didasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Malang, tahun 2015.

Kekayaan alam pertanian dan perkebunan tersebut, ternyata masih belum membuat petani lebih berdaya dalam meningkatkan nilai ekonomis yang lebih dari hasil pertanian. Ini disebabkan tidak adanya suplai data valid tentang potensi, kebutuhan, harga serta hasil penelitian dan pengembangan dari kelompok atau lembaga masyarakat. 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Disperbun, Sukobagyo."Kondisi tersebut membuat Petani dan pemerintah masih belum mampu menguasai komoditas pertanian di pasar yang masih dimonopoli pemain besar di pasaran pertanian," terang Sukobagyo.

Menurutnya pemerintah kabupaten membutuhkan adanya data-data valid dari lapangan yang disuplai oleh kelompok masyarakat. Sayangnya selama ini kabupaten belum memiliki kemitraan khusus tentang hal tersebut.

"Menjadi sangat penting, sehingga petani mampu merencanakan, berproduksi dan menjual hasil produknya dengan tepat. Kita sangat butuh kelompok masyarakat yang bisa menjembatani petani dalam rangka menjadi lebih berdaya dan produktif," harapnya.

Kelompok atau lembaga masyarakat di bidang pertanian juga nantinya yang bermitra dengan pemerintah bisa menjadi lumbung informasi. Menurutnya masalah pertanian dan perkebunan tidak mungkin bisa diatasi oleh pemerintah semata, terutama tentang inovasi-inovasi yang terus berkembang di masyarakat. Disinilah Disperbun, membutuhkan adanya kelompok atau lembaga litbang dari masyarakat sebagai lumbung informasi valid.

"Terutama juga tentang pemasaran produk pertanian petani. Kita berharap ada kelompok masyarakat yang juga bisa mempertemukan pembeli dengan petani. Kalau kita sendiri tentunya dibatasi dengan berbagai hal yang ada," papar Sukobagyo.

Selain belum adanya kelompok atau lembaga pertanian dari masyarakat sebagai lumbung informasi, Sukobagyo juga mengatakan dunia pertanian di kabupaten masih minim pelopor.

"Ini kendala-kendala riil di dunia pertanian kita, maka kita juga berharap pada media cetak dan online untuk ikut serta membangun dunia pertanian melalui penyebaran informasi," ujarnya. (*)


Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Hanan


Top