Social Media

Twitter Facebook YouTube

Share this page on:

Sambut Kemerdekaan RI, Robot-Robot dari UB pun Lakukan Upacara

17-08-2016 - 15:32
Persiapan Tim Robotika UB beserta para robotnya sebelum melakukan upacara, Rabu (17/8/2016) (Foto : Hesti Kusuma Wardhani/MalangTIMES)
Persiapan Tim Robotika UB beserta para robotnya sebelum melakukan upacara, Rabu (17/8/2016) (Foto : Hesti Kusuma Wardhani/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Euforia hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus bukan hanya milik segenap bangsa Indonesia, namun robot pun juga ikut merayakan Hari Jadi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 dengan melakukan upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Bertugas sebagai pembina upacara Enbios yakni robot yang diikutsertakan dalam Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI), selaku pengibar bendera Yume dari Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) berkaki dan Rajwa Kontes Robot Seni Tari Indonesia  (KRSTI).

Sementara yang bertugas sebagai dirigen adalah Reena robot untuk KRSTI. Tak hanya itu seperti layaknya upacara pada umumnya dalam upacara robot ini juga diikuti oleh peserta upacara yaitu Zavina dan Invicto. Keduanya adalah robot yang diikutkan dalam KRPAI dan Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI).

Keenam robot di atas adalah robot-robot buatan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TE-UB) . "Mereka itu robot yang mau diikutkan Kontes Robot Indonesia (KRI) tahun 2017, sebelum diikutkan kontes berhubung ada momentum hari kemerdekaan kepikiran kenapa gak buat upacara bendera saja. Untuk kostumnya memakai baju tarian topengan Betawi. Itu kostum KRI untuk tahun lalu," ucap Surya Agung salah satu tim robotik TE UB.

Eka Maulana selaku pembina dari tim robotika TE UB menambahkan selain untuk sosialisai tim selanjutnya yang akan mengikuti kontes robot tahun depan, kegiatan upacara bendera ini juga bertujuan untuk pengembangan. 

"Dari robot-robot yang sudah ada kita improvisasi gimana biar gerakan lebih halus, istilahnya untuk latihan robot dan kekompakan tim juga," jelasnya.

Selain itu untuk menyetting para robot agar bergerak sesuai dengan gerakan upacara perlu waktu kurang lebih  tiga hari penuh.

Dosen yang sekaligus pembina yang dulunya juga merupakan alumni UB tersebut berharap dengan adanya kegiatan semacam ini dunia robotika di UB dan Indonesia jauh lebih maju dan robot buatan mahasiswa UB bisa dikenal oleh internasional.

Selain itu dengan propaganda seperti ini dukungan untuk membuat robot semakin banyak, "Ya karena komponen untuk membuat robot itu tidak murah, semoga dengan adanya ini bisa banyak sponsor yang mendukung," imbuhnya.(*)


Pewarta : Hesti Kusuma Wardhani
Editor :
Publisher : Mochtar Adam


Top