Social Media

Share this page on:

Kabupaten Malang Go International

Dubes RI untuk Rusia: Cosplay Malang Daya Pikat Turis

08-09-2016 - 10:37
Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi (dua dari kanan) turut memberi apresiasi atas cosplay karya Kabupaten Malang. Dia mengatakan, bila dikemas secara baik, wisatawan Rusia tertarik datang ke Malang
Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi (dua dari kanan) turut memberi apresiasi atas cosplay karya Kabupaten Malang. Dia mengatakan, bila dikemas secara baik, wisatawan Rusia tertarik datang ke Malang

MALANGTIMES - Kreasi cosplay Kabupaten Malang terus mendapatkan pujian dari berbagai pihak. Bahkan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi juga turut memberikan apresiasi.

Dia tak menyangka bahwa anak-anak Kabupaten Malang mampu membuat karya yang luar biasa. Wahid menyatakan, kreativitas yang dimiliki komunitas cosplay di Malang ini levelnya sudah kelas dunia. "Saya salut dengan kreativitas anak-anak muda di Malang," puji Wahid.

Kreativitas anak Malang ini lantas mengingatkannya pada tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tampil di Festival Indonesia di Rusia. Pada even yang digelar di Taman Hermitage Moskow 20-21 Agustus lalu, tiga mahasiswa UM menampilkan adi busana Malang Flower Carnival (MFC).

Saat itu, terang dia, busana MFC mampu menjadi magnet bagi warga Rusia. Dan kali ini, warga Kabupaten Malang kembali membuat kejutan dengan cosplay yang sangat memikat dan detail.

Dia menyatakan, jika cosplay ini dijadikan festival dengan dikemas internasional, maka kemasannya juga harus berlevel dunia. Dia mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia siap membantu mempromosikan even yang ada di Malang.

Cosplay karya anak Kabupaten Malang yang detail ini diyakini bisa mendatangkan wisatawan mancanegara bila dikemas semenarik mungkin.

Wahid lantas melanjutkan, untuk sebuah even seperti festival yg penting adalah kelanjutan. Dan yang tak kalah penting, jika cosplay Malang ini akan dijadikan festival, maka harus dilakukan rutin setiap tahun. Selain itu, pelaksanaan even festival cosplay harus memperhatikan musim wisata mancanegara, yakni antara Juni-Agustus atau Desember-Januari.

"Saya yakin jika itu dilakukan  dan melibatkan anak-anak muda kreatif Malang akan semakin  dikenal dan akan menarik minat wisatawan asing, bukan saja dari Rusia. Promosi harus dilakukan secara berkelanjutan," ucapnya.

Kekaguman dan keyakinan Wahid terhadap cosplay Kabupaten Malang ini muncul setelah dirinya membaca berita di media online JATIMTIMES yang memuat soal cosplay. Dengan adanya media online ini, terang Wahid, apapun yang terjadi di Malang bisa dipantau dunia, termasuk oleh dirinya yang berada di Rusia. Dan dengan media online ini, maka promosi bisa dilakukan tanpa batas.


Pewarta : Lazuardi Firdaus
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Abdul Hanan


Top