Social Media

Share this page on:

Evolusi Pria Paling Berbahaya di Dunia

16-10-2016 - 10:28
Kesatria kegelapan yang terus berevolusi (Foto diambil dari Warner Bross Picture)
Kesatria kegelapan yang terus berevolusi (Foto diambil dari Warner Bross Picture)

MALANGTIMES - Siapa pria paling berbahaya di dunia? Jawabnya bukan Superman, Spiderman, atau superhero berkekuatan super lainnya. Bruce Wayne-lah sosok pria paling berbahaya di dunia. Seorang pengusaha kaya dari Gotham City bertopeng kelalawar yang mampu mengalahkan musuh- musuhnya dengan menggabungkan kecerdasan, ketangkasan fisik, dan perlengkapan teknologi canggih. Bahkan Superman dan sekelompok makhluk asing yang berkekuatan super mampu dikalahkannya.  


Diciptakan oleh Bob Kane dan Bill Finger, Batman pertama muncul di Detective Comics #27 pada Mei 1939. Setelah kemunculannya di komik, dengan cepat Batman menjadi terkenal. Tahun 1960-an lantas muncul sebagai serial di televisi. Selanjutnya, pada 1966, superhero ini muncul di layar lebar di tangan sutradara Leslie H. Martinson dengan judul Batman.


Perjalanan Batman sangatlah panjang. Berevolusi dari tahun 1966 sampai 2012, karakter Batman mengalami pasang surut di tangan para sutradara yang menangani kompleksitas karakter si kesatria kegelapan ini. 
Juli 2012, kesatria kegelapan ini muncul lewat film The Dark Knight Rises. The Dark Knight Rises merupakan kelanjutan dari Batman Begins (2005) dan The Dark Knight (2008). Karakter Batman dalam sentuhan Nolan disebut-sebut sebagai karakter yang terbaik. 


Dalam tiga film itu, Christian Bale tampil sangat meyakinkan membawakan karakter Wayne yang sangat kompleks. Bale nyaris sempurna memerankan Batman secara manusiawi. Ia bisa tampil sebagai sosok yang rapuh meski menjadi superhero. Ia juga tidak ngoyo untuk terus-terusan menjadi jagoan. 


Dalam The Dark Knight Rises, Nolan juga menjaga etika superheronya. Saat adegan menghadapi tentara bayaran pimpinan Bane, Batman membuang senjata Catwoman karena enggan membunuh musuhnya.    
Di tangan Tim Burton (1989) film Batman bernuansa kelam. Michael Keaton dipilih Burton untuk membawakan tokoh manusia kelelawar pertama di layar lebar ini secara modern. Selanjutnya, dia dipilih lagi untuk berperan di sekuelnya: Batman Returns (1992). 


Baru pada seri lanjutannya, Batman Forever (1995), Burton memperkenalkan tokoh Robin (Chris O’Donnell). Dia juga mengganti pemeran Batman dengan Val Kilmer. Pergantian ini tidak diambil pusing penggemar, karena kemunculan villain (musuh) Batman seperti Two-Face (Tommy Lee Jones) dan The Riddler (Jim Carrey) menyengat penggemar film Batman dengan aksinya. 


Warner Bros Pictures lantas mengganti Tim Burton dengan sutradara Joel Schumacher. Sosok Batman dalam film karya Schumacher dibuat jauh dari kesan kelam ala Tim Burton dan jauh dari sosok pria yang memiliki dendam akibat pembunuhan kedua orang tuanya. Kisah Batman menjadi lebih ringan, ceria, penuh warna, dan bersahabat untuk konsumsi keluarga. Lihat saja bagaimana komedian Jim Carrey berperan sebagai tokoh the Riddler dan Tommy Lee Jones sebagai Two-Face di Batman Forever (1995) yang membuat banyak pihak menilai Schumacher menyasar penonton anak-anak. 


Langkah Schumacher di film Batman keduanya, Batman & Robin (1997), semakin menuai kritik. Kostum Batman dibuat lebih mengkilap. Namun yang menuai badai kritikan adalah penambahan puting susu pada kostum Batman dan Robin. Kehadiran bintang Arnold Schwarzenegger dan Alicia Silverstone tidak mampu mendongkrak pencitraan untuk memuaskan penggemar Batman. Sebelas nominasi film terburuk disandangkan, baik dari segi kostum, make-up, aktris, dan aktor pendukung. Bahkan dianggap film yang gagal secara tampilan dan garapan ceritanya.


Anda pecinta Batman? Tidak ada salahnya kembali putar film-filmnya dan membandingkan Kesatria Kegelapan mana yang menurut Anda cocok menjadi pria paling berbahaya di dunia.


Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Aditya Fachril Bayu

TAG'S


Top