Social Media

Share this page on:

Air Lindi Wakili Kota Malang dalam Olimpiade Sains Nasional Pertamina

25-10-2016 - 18:35
Walikota Malang HM.Anton (Istimewa)
Walikota Malang HM.Anton (Istimewa)

MALANGTIMES - Tak usah diragukan dalam prestasi, itulah kata yang juga cocok untuk diberikan pada Kota Malang. Prestasi demi prestasi telah begitu banyak diraih Kota Malang tahun ini.

Prestasi tersebut memang tidak bisa lepas dari kreatifiitas dan inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh anak-anak muda Kota Malang.

Seperti baru-baru ini, anak muda Kota Malang kembali menunjukan prestasi gemilangnya dalam even olimpiade sains tingkat nasional yang digelar oleh pertamina dengan inovasi mereka yang tembus sampai babak final pada ajang tersebut yang nantinya akan digelar bulan depan di Jakarta.

Menanggapi hal itu, Walikota Malang, H. Moch Anton, mengaku, merasa bangga karena para anak muda dengan ide-ide kreatif yang mereka miliki bisa menghasilkan sesuatu yang berguna dan sangat membawa dampak positif bagi masyarakat Malang.

"Seperti inovasi Air Lindi yang menghasilkan energi, ini temuan yang cukup membanggakan dan diakui kalangan akademisi tingkat nasional bahkan juga oleh Kementerian ESDM. Pemkot Malang sangat

Inovasi mereka tentang Studi Pengolahan Air Lindi sebelumnya juga berhasil menembus ajang Penghargaan Energi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2016, dan lebih membanggakan lagi kini bisa tembus pada babak final.

Salah satu anggota tim inovator, Gadis Maulina, mengatakan, sebelum masuk nominasi final, awalnya proposal mereka berhasil menyingkirkan ratusan proposal lain dari berbagai universitas se Indonesia dan berhasil masuk ke babak 45 besar.

"Setelah itu kami juga berhasil menyingkirkan peserta lain dan masuk ke babak grand final yang akan digelar pada tanggal 19 sampai 25 November mendatang," kata Gadis Maulina.

Awalnya, inovasi pengolahan Air Lindi sendiri diketahui saat mengikuti lomba Inotek yang digelar Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang dan selanjutnya diikutkan berbagai kompetisi termasuk yang digelar Pertamina.

Inovasi Air Lindi sendiri muncul bermula dari fakta laju pertumbuhan penduduk yang tinggi diikuti gerak urbanisasi yang cukup pesat, sehingga volume sampah naik sekitar 600 – 800 ton tiap harinya. 

Dengan rasa peka terhadap lingkungan. Dimana potensi sampah menghasilkan 800 Liter air lindi per harinya yang ahkirnya mereka membuat suatu inovasi menjadi sumber energi yang terbaharukan.

Air lindi sendiri merupakan cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah,  lalu membawa materi tersuspensi dan larut dari hasil degradasi sampah yabg dipengaruhi jenis sampah, curah hujan dan konsisi pada tempat pembuangan itu.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Hanan


Top