Social Media

Share this page on:

Bangunan Bersejarah Perjuangan Pahlawan Melawan Penjajah di Malang

10-11-2016 - 08:08
Monumen Juang
Monumen Juang '45 Malang(Foto: panduanwisata.id)

MALANGTIMES – Kota Malang adalah sebuah kota yang memiliki sejarah panjang tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaannya melawan penjajahan Belanda. Maka tidak heran, ada beberapa titik di sudut Kota Pendidikan ini, terdapat monumen bersejarah perjuangan rakyat Indonesia mempertahankan NKRI.

Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November ini. Nah, di Kota Malang ada empat monumen bersejarah perjuangan pahlawan menurut versi MalangTIMES. 

Pertama, Monumen Juang '45. Monumen ini, menggambarkan tentang perjuangan rakyat Indonesia saat melawan penjajahan pada masa perang kemerdekaan tahun 1945-1949 di Kota Malang. Letaknya berada di Jalan Kertanegara, tepat berada di di depan Stasiun Kota Baru Malang. 

Bangunan ini, sebagai simbol patriotisme semangat rakyat Indonesia melawan penjajahan. Memiliki ukuran 10x40 meter, panjang pondasi 6,90 meter, dengan panjang 3,30 meter dan tinggi 2 meter. Terlihat, bangunan memiliki 19 patung rakyat Indonesia berukuran kecil dan 1 patung berukuran besar. 

Selain patung, terdapat pula 8 pagar di tepi monumen yang menjadi simbol budaya Jawa. pada bagian depan monumen terdapat gambar teks proklamasi kemerdekaan RI. Awal pembangunan Monumen Juang '45 pada 20 Mei 1975, melalui ide dari pemerintah Kota Malang.

Kedua,Tugu Malang. Tahukah Anda bahwa Monumen Tugu yang terletak di depan Balai kota Malang ini, dulunya sebagai Taman Gubernur Jendral Hindia Belanda bernama J.P. Zoen Coen. 

Tugu Malang pertama kali dibangun pada 17 Agustus 1946. namun, pada tahun 1948, tugu tersebut di rusak akibat adanya Agresi Militer Belanda yang pertama. Tapi pada 9 Juni 1950 tugu ini, dibangun kembali dan diresmikan oleh Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno pada 20 Mei 1953 beberapa tahun lalu.

Sekarang monumen ini, menjadi saksi sejarah perjuangan pahlawan mengusir penjajah yang ada di Kota Malang. Apalagi Tugu Malang sekarang ini tampilannya sangat cantik, dengan dihiasi sorotan lampu di setiap sisi bundaran tugu. 

Nampak, di sekeliling tugu terdapat deretan kursi untuk tempat bersantai sembari menikmati kendaraan yang melintas di bundaran tugu tersebut. 

 Ketiga, Monumen Pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Monumen Pahlawan TRIp ini merupakan tempat bersejarah perjuangan rak yant Indonesia melawan Belanda. Karena itu, pihak Pemerintah Kota Malang membangun monumen atas dasar menghargai dan menghormati 35 anggota Pahlawan TRIP yang gugur sebagai pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan kemerdekaan Indonesia pada Agresi Militer Belanda I.

Sejarahnya, pada tanggal 22 Juli 1947, Staff Divisi Untung Suropati memberikan briefing kepada para pemimpin TRIP. Dalam briefing tersebut, merencanakan untuk mempertahankan Kota Malang.

Dimana sebelum serangan Belanda tiba di Malang. Seluruh warga Kota Malang untuk segera mengosongkan wilayahnya, karena Belanda ingin membumihanguskan objek-objek yang vital di Malang.

Tepat pada tanggal 31 Juli 1947, pasukan Belanda mulai menyerbu Kota Malang dengan kendaraan berat dan persenjataan lengkap. Pasukan Belanda cukup mudah memasuki Kota Malang, sebab kota ini, telah dikosongkan oleh Komando Divisi Untung Suropati.

Sampai di Jalan. Salak (sekarang Jl. Pahlawan TRIP) tersebut, terjadi aksi baku tembak antara pasukan TRIP dengan Belanda. Beberapa pasukan TRIP gugur, termasuk Komandan Batalyon 5000 Malang, Seosanto.

Untuk mengenang dan menghargai jasa dan pengorbanan para pejuang yang gugur tersebut, dibangunlah sebuah Monumen Pahlawan TRIP. Monumen dan Taman Makam Pahlawan TRIP ini terletak di Jl. Pahlawan TRIP, sebelah utara Museum Brawijaya Malang.

Keempat, Monumen Komite Nasional Indonesia Daerah Malang. Monumen ini, dibangun pada 1992 terletak di depan Plaza Sarinah Malang sisi Alun-Alun Kota Malang tepatnya di perempatan GPIB Immanuel. Bentuk fisik monumen ini, menggambarkan tentara-tentara Indonesia yang bergelimpangan sambil memanggul senjata guna merebut kemerdekaan. 

Di sisi kiri monumen ini bertuliskan 'Di tempat inilah pada tanggal 25 Pebruari hingga 5 Maret 1947 para Anggota KNIP memancangkan tonggak persatuan untuk berjuang menegakkan kemerdekaan kebangsaan berdasar Pancasila dan UUD 1945'. 

Monumen ini, juga untuk mengenang momentum bersejarah sidang pleno ke-5 KNIP di gedung Sociteit Concordia Malang pada 25 Februari-6 Mei 1947. Namun sekarang ini bangunan tersebut, sudah mengalami perubahan atau direnovasi, sehingga bentuk bangunan diperkecil dari bentuk semula.

Nah, itulah empat monumen bersejarah perjuangan pahlawan melawan penjajah yang berada di Kota Malang. Seperti kata-kata yang terucap Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno bahwa 'Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah. Artinya, bahwa sejarah merupakan hal yang sangat penting untuk membangun bangsa yang besar.


Pewarta : Imam Syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .


Top