Social Media

Share this page on:

Ini Bahayanya Jika Anak Dibiarkan Terlalu Lama Menonton Televisi

24-11-2016 - 12:13
 Illustrasi via Sehatfresh.com
Illustrasi via Sehatfresh.com

MALANGTIMES - Tidak bisa dipungkiri jika sekarang ini televisi menjadi media primer pilihan orang tua sebagai hiburan di rumah, termasuk untuk anak-anak.

Televisi dapat kita jumpai di rumah-rumah dan hampir selalu ditonton setiap harinya.

Apalagi dengan adanya salah satu acara hiburan untuk anak-anak seperti film kartun, semakin membuat anak-anak gemar menonton televisi saat jam tayang film kartun tersebut.

Dengan kegemaran menonton televisi tersebut, anak menjadi malas dan melupakan kewajibannya untuk belajar, bahkan ada anak yang sampai kecanduan televisi.

Terkadang orang tua juga membiarkan anaknya larut dalam dunia televisi agar anaknya diam dirumah dan tidak bermain di luar rumah.

Hal tersebut sebenarnya tidak baik dan memberikan efek buruk dalam jangka panjang, dan membahayakan anak-anak.

Terlalu berlebihan dalam menonton televisi dapat mengurangi minat baca dan belajar pada anak-anak.

Mereka juga akan menjadi malas beribadah, mengaji, dan kurang peka terhadap lingkungannya.

Di sekolah, akibat terlalu sering menonton televisi juga membuat anak kurang berkonsentrasi karena memikirnya film kartun yang disukainya.

Juga akan mengurangi keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa lamanya jam menonton televisi juga mempengaruhi kualitas membaca anak. Pikiran akan mudah terpecah dan susah fokus pada pelajaran.

Selain itu televisi mempengaruhi perilaku anak. tontonan yang tidak baik akan ditiru dan menimbulkan masalah pada anak di kemudian hari.

Menonton televisi akan mengganggu pola tidur yang dapat mengakibatkan menurunnya memori verbal anak, mengganggu pertumbuhan otak, menghambat pertumbuhan berbicara, memahami dan mengekspresikan pikiran dalam tulisan.

Televisi juga meningkatkan agresivitas dan tindak kekerasan.anak menjadi buta akan realitas dan khayalan.

Anak lebih konsumtif karena iklan televisi, menjadi individualis karena kurangnya bersosialisasi dan bermain bersama teman sebaya.

Dapat meningkatkan obesitas karena kurangnya gerak dan olahraga, serta mengurangi kemampuan ketajaman mata yang mengakibatkan mata menjadi minus. Meningkatkan kasus seksual pada anak-anak akibat konsumsi acara yang mengandung seks di televisi yang mana juga terdapat dalam beberapa film kartun yang diputar di televisi.

Karena berdasarkan Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) terhadap 1.106 tayangan anak yang diputar di 10 stasiun televisi di Indonesia pada tahun 2006 lalu, hanya 27% yang aman dari adegan berbau seks dan kekerasan, sisanya yaitu sekitar 73% lainnya dinilai berbahaya bagi anak-anak. jika data tersebut adalah data 10 tahun yang lalu, bagaimana dengan sekarang?

Pasti sudah sangat meningkat presentase tayangan yang berbahaya karena kurangnya tayangan yang berkualitas untuk anak saat ini.

Maka dari itu lebih baik menjauhkan dan jangan mengenalkan anak pada televisi di usia yang masih muda. Karena tidak hanya berbahaya pada saat ini, tetapi akibatnya juga dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,


Pewarta : Ajeng Mutiara Tomy
Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top