Social Media

Share this page on:

Serial Cerpen Bersambung (0) RUMAH API-NADA KE-9 YANG TAK USAI

17-12-2016 - 13:39
Ilustrasi cerbung (istimewa)
Ilustrasi cerbung (istimewa)

Serial Cerpen Bersambung (0)
RUMAH API-NADA KE-9 YANG TAK USAI
dd nana*
0/
Jalanmu, Bapak, terlalu panjang untuk ku ikuti. Tubuhku tak mampu menampung keindahan rasa sakit sampai salib. Aku bukanlah Maria. Anakmu yang terpilih. Aku hanyalah Drupadi. Perempuan biasa. 

1/
Usai tugas gincu. Sang karib dalam luka. Yang setia meronakan bibir. Menyamarkan getir. Berpuluh-puluh tahun. Kini bagianku untuk menyelesaikan semua. 

Tapi ijinkan, kutatap tubuh ini untuk yang terakhir kali. Tubuh yang tak pernah usai ku miliki. Dihadapanmu, cermin, makhluk penyimpan jejak luka tubuh, aku memohon. Berkariblah sejenak, cermin. Berkariblah. Ini, pinta tepiku. 

Cermin beku. Cermin berembun. Cermin menggeram. ”Aku muak menampung tubuh luka itu. Lama, ku hapus bayang tubuhmu dalam tubuhku. Maka, jangan harap kau mampu membaca bayangan. Hanya kosong yang kuhidangkan.”.. 

Ditatapnya kembali cermin. Begitu dalam. Begitu diam. Bersikeras menemukan bayang. Titik pusar hidupnya.

Seperti Yesus mencari bayang Bapak saat penyaliban. 
Eli, Eli, lama sabakhtani ? Kembali ada yang retak. Gemeretak. Begitu ngilu.

“Tubuhku telah meminta pulang. Tubuhku meminta pulang.”

Sebilah badik meraja. Memerah di pekat malam. Warna-warna berebut menjelma bayang. Seuntai urat mulai terurai, terjuntai.

Aku melihat remang. Semacam bayang yang samar. Tapi, apa peduliku sekarang. Raga yang telah tergadai. Rasa yang telah mati.

Ya, setelah mereka, para lelaki berseragam, merenggut satu-satunya lelakiku. Lelaki yang terjatuh dari dunia lain ke kamarku. Begitu tiba-tiba. Begitu mempesona. 

Tubuhnya, harum bau kematian. Matanya bergelombang, menyeret segala ke tepian. Menarik segala ke hamparan tak terhingga. Samudera. 

Kaukah itu laut ? Bentang samudera. Ruang tak terhingga mata. Pemberhentian segala kotoran.
“Aku bukan laut,” jawabmu singkat (bersambung).


Pewarta : Dede Nana
Editor : Redaksi
Publisher : Sandi Alam


Top