Social Media

Share this page on:

Inilah Model Pakaian Dalam Pria dan Wanita Bangsa Romawi Kuno

16-04-2017 - 19:29
Model pakaian dalam lingerie wanita bangsa Romawi Kuno dalam lukisan
Model pakaian dalam lingerie wanita bangsa Romawi Kuno dalam lukisan 'Bikini Gadis' di Mozaik dari Piazza Armenia di Sisilia. (foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Tahukah Anda pertama kali bentuk celana dalam itu seperti apa dan siapa pertama kali yang mengenakan celana dalam itu. Nah, kali ini MalangTIMES merangkum data dari berbagai sumber terkait model pakaian dalam bangsa Romawi Kuno.

Menelusuri gaya pakaian bangsa Romawi Kuno merupakan hal yang sulit untuk diungkapkan. Bahkan dari Arkeolog sendiri, sangat kesulitan untuk mengungkapkannya, lantaran kondisi potongan kain wol, sutera dan berbagai kain lainnya sudah menjadi artefak. Sehingga, kondisinya dalam keadaan hampir hancur karena iklim dan seiring berjalannya waktu. 

Berbeda halnya dengan bangsa Yunani Kuno, bagi bangsa Romawi Kuno, telanjang adalah hal yang tabu. Namun, dalam sastra dan seni Romawi hanya para gladiator, budak dan masyarakat kelas rendah yang sering dijadikan model untuk membuat lukisan atau pahatan telanjang dan setengah telanjang.

Selama ini relief dan mozaik hanya menggambarkan buruh, atlet, dan gladiator yang digunakan sebagai petunjuk gambaran pakaian masa Romawi Kuno. 

Sebuah makam kuno yaitu 'Makam Eurysaces Bake' tepat di Roma menggambarkan budak yang bekerja di toko roti dengan dada telanjang dan menggunakan subligaculum (istilah cawat di Romawi Kuno). 

Cawat ini merupakan bagian dari bentuk perlindungan bagi buruh, atlet, dan gladiator, tetapi tidak dipakai secara teratur oleh orang-orang Romawi secara umum saat itu di bawah pakaian mereka.

Selama musim dingin, beberapa lapis pakaian, mantel, dan kaus kaki wol tebal mungkin sudah cukup untuk menjaga orang-orang menjadi hangat. Sejarawan Romawi, Suetonius mencatat bahwa Kaisar Agustus mengenakan empat lapis pakaian dan toga berat pada musim dingin, serta pelindung dada wol, singlet, dan subligaculum untuk membungkus tulang kering dan pahanya.

Sedangkan, untuk wanita, sebenarnya, wanita Romawi Kuno juga menginginkan bentuk tubuh ideal. Saat itu bentuk tubuh ideal yaitu ramping, payudara kecil, dan pinggul besar. 

Sebuah penyangga payudara yang disebut strophium populer saat itu, mirip dengan top bandeau, digunakan untuk mengikat payudara. Menurut catatan sejarah, para perempuan terkemuka akan terus menggunakannya pada saat berhubungan intim yang membuat suami mereka menjadi tidak nyaman. 

Dalam mozaik dari Piazza Armenia di Sisilia terdapat gambar “gadis bikini” yaitu perempuan Romawi kuno yang sedang berolahraga di strophia dengan menggunakan bikini. Bikini ala Romawi Kuno ini terbuat dari kulit kambing tahan air yang dapat menyerap darah saat menstruasi.  

Baik pria dan wanita Romawi Kuno tampaknya menyukai hanya menggunakan pakaian dalam ketika berolahraga.


Itulah, sejarah awal keluarnya bentuk model pakaian dalam pria dan wanita yang dipakai bangsa Romawi Kuno.


Pewarta : imam syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top