Social Media

Share this page on:

Geliat Perjudian Balap Liar di Kota Malang (2)

Balap Liar Suhat, Bertaruh Nyawa dengan Taruhan Uang Puluhan Juta

23-10-2017 - 14:32
Ilustrasi MalangTIMES
Ilustrasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Minggu dini hari, kawasan Jalan Soekarno Hatta yang sepi dari padat lalu lintas kendaraan seketika selalu berubah menjadi sebuah sirkuit balap mobil oleh anak-anak dari klub mobil di Kota Malang.

Meskipun saat itu masih terdapat satu dua kendaraan yang lewat, hal itu tak menyurutkan niat untuk digelarnya balapan liar, meski mereka sendiri juga mengetahui bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Mirip dengan film terkenal Fast to Farious dan juga Need For Speed, para anak muda tersebut berkumpul untuk melakukan pertandingan mobil dengan pertaruhan uang yang tak tanggung- tanggung dengan nilai sampai puluhan juta.

Salah satu sumber MalangTIMES yang juga merupakan pelaku balap di kawasan Soekarno Hatta mengungkapkan, balap mobil di kawasan Soekarno Hatta sudah lama ada beberapa tahun lalu. Akan tetapi untuk empat tahun kebelakang, taruhan pada balapan sudah sedikit berkurang. 

"Mulai 2013  sampai sekarang, sudah agak berkurang adanya taruhan ini, kalaupun ada ini biasanya arek-arek lawas yang masih taruhan," ungkap sumber MalangTIMES sebut saja CL.

Lanjut CL, berkurangnya intensitas taruhan pada balap liar Soekarno Hatta sendiri berkurang karena memang setelah ada pantauan dari pihak berwenang, yang ditambah lagi dengan menurunnya jumlah peminat balap liar yang beralih mengikuti kompetisi resmi.

"Sistem taruhannya sendiri ada yang patungan maupun individu. Kalau ada klub ya kadang patungan, taruhan maksimal Rp 20 juta, kalau menang ya bagi-bagi sama yang patungan. Saya waktu maen kemarin sempat menang Rp 22 juta," ujarnya

Klub mobil yang sering mengikuti balap liar di Kota Malang ini juga cukup banyak, diantaranya seperti klub inisial I, AN, dan ada yang klub milik ISP. Semalam dalam satu pertandingan, bisa sampai 10 mobil yang mengikuti balap liar di Soekarno Hatta.

Lanjutnya, jika pun tidak ada taruhan saat balapan, memang terkadang mereka hanya ingin melakukan settingan untuk mobil untuk mengetahui kondisi mobil dan pengupgrade an. 

"Startnya mulai dari kawasan sekitar Dapoer Kota, sampai depan Happy Puppy, yah jarak tempuhnya sekitar 200 meter dengan sistem drag sekali jalan. Jenis mobil juga berbagai jenis mobil, mulai dari Estilo, Mitshubisi Galant, Honda Jazz, Pick UP Granmax yang memang sudah dibuilt- up menjadi mobil balap," jelas CL

Ia juga menjelaskan, dari segi profesi, karena memang balap liar ini merupakan hal yang cukup mahal dan membutuhkan budget besar, memang untuk mereka yang berprofesi mahasiswa sangat jarang. Mereka rata-rata adalah para pekerja maupun para pemilik bengkel.

"Jarang mahasiswa, ini kan mahal, untuk built up mobil saja perlu puluhan juta. Kalau mahasiswa apalagi mahasiswa wanita, ada saja yang ikut, namun cuma meramaikan, nggak menjadi driver," pungkasnya

Nah bagaimana kelanjutannya, simak terus MalangTIMES.com


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha


Top