Social Media

Share this page on:

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (4)

Pelakunya Oknum Dokter, Sudah Banyak yang Jadi Korban

20-12-2017 - 13:56
Ibunda Ita Diana (Foto: Dok MalangTIMES)
Ibunda Ita Diana (Foto: Dok MalangTIMES)

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (4)

MALANGTIMES - Penjualan organ tubuh di Kota Malang relatif cukup banyak jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Jawa Timur. Berdasarkan pengakuan Ita Diana, 41, warga Kelurahan Temas, Kota Batu, selain dirinya, masih ada penjual ginjal lainnya di Malang.

Ita menyatakan, salah satu temannya bernama Waginah juga sudah menjual ginjalnya. Dan operasi transplantasi juga dilakukan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). ”Teman saya bernama Waginah juga cerita kepada saya bahwa dia juga sudah menjual ginjalnya,” kata Ita.

Baca Juga : Jual Ginjal, Dioperasi di Rumah Sakit Terbesar di Malang 

Ia mengatakan, Waginah kenal dengan dirinya saat sama-sama berada di RSSA. ”Bu Ana (sebutan Waginah) sudah lebih dahulu menjual ginjalnya dibandingkan saya,” ucap Ita.

Sama halnya dengan dirinya, Waginah juga menjual ginjalnya karena diiming-imingi sejumlah uang. ”Nasib Bu Ana sama dengan saya, dia juga terlilit utang dalam jumlah yang besar juga. Dia berharap, dengan menjual ginjalnya, maka utangnya bisa dilunasi,” lanjut ibu tiga anak tersebut.

Menurut versi Ita, Waginah adalah seorang pengusaha asal Bali. Namun karena sesuatu hal, usahanya harus ditutup dan ia terlilit hutang yang tak mampu dibayarnya. Bahkan, jika utang tidak mampu dibayarkan, maka suami Waginah terancam akan dimasukkan penjara.

Karena persoalan utang yang terus melilitnya, Waginah akhirnya pindah ke Surabaya. Namun di Surabaya pun, Waginah juga belum menemukan jalan keluar untuk melunasi utangnya. Hingga akhirnya Waginah memutuskan untuk pindah ke Kota Malang.

Cerita pun berlanjut hingga ke pertemuan Waginah dengan dokter RSSA berinisial R. Dari pertemuan itulah, akhirnya Waginah diberi solusi untuk menjual ginjalnya. Untuk diketahui, dokter R ini adalah dokter yang juga menawari Ita untuk menjual ginjalnya kepada Erwin Susilo, warga Kaliurang nomor 6 dan merupakan pemilik showroom Hindra Jaya Motor.

”Kata Bu Ana, dokter tersebut mengatakan, jika ingin melunasi utangnya, maka disarankan untuk mendonorkan ginjalnya. Dokter memang tak pernah mengatakan istilah menjual, istilahnya selalu mendonorkan,” terang Ita.

Tergiur dengan tawaran dokter R, Waginah pun memberanikan diri untuk mendonorkan salah satu ginjalnya. Hanya saja, nasib Waginah lebih apes dari Ita. Sebab, sampai selesai operasi, keinginannya untuk bertemu dengan yang membeli ginjalnya tak terpenuhi.

”Hingga transplantasi ginjal sudah dilakukan, dokter tak juga memberitahukan dan mengenalkan siapa yang membeli ginjalnya,” sambung Ita.

Ironisnya lagi, apa yang dijanjikan kepada Waginah, hingga kini juga belum terealisasikan. Waginah tak menerima uang. Sehingga suaminya pun kini harus mendekam dalam penjara karena tak mampu melunasi kewajibannya. ”Setelah suaminya ditahan, Bu Ana pindah ke Surabaya lagi. Dia kini tak ada di Malang,” terang dia.

Hanya saja, terang Ita, dia kini kehilangan kontak telepon Waginah. ”Saya sempat ngomong sama Bu Ana akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan urusan jual beli ginjal ini. Setelah saya ngomong ingin menempuh jalur hukum, nomor telepon Bu Ana tak bisa dihubungi lagi,” papar Ita.

Jika menilik dua kasus tersebut, bisa dibilang di Malang ini memang ada sindikat jual beli organ tubuh yang selama ini tertutup rapi. Dan bisa jadi praktik jual beli organ tubuh ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Para korbannya adalah orang-orang yang mempunyai masalah dengan finansial. Sedangkan para pelakunya adalah oknum-oknum dokter. "Saya harap tidak ada korban lagi seperti saya, dan saya berharap kasus saya cepat selesai dengan baik," kata Ita.

Berbeda dengan Waginah yang tak menerima uang seperti dijanjikan, Ita sudah menerima uang senilai Rp 70 juta dari total yang dijanjikan Rp 350 juta.

 
 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Aditya Fachril Bayu


Top