Social Media

Share this page on:

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (12)

Moreno Siap Bawa Kasus Jual Beli Ginjal ke DPR

21-12-2017 - 12:49
Moreno Suprapto (paling kiri) dan Laily Fitriyah Liza Min Nelly (paling kanan) saat berdiskusi tentang masalah yang dihadapi Ita Diana (tengah) (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Moreno Suprapto (paling kiri) dan Laily Fitriyah Liza Min Nelly (paling kanan) saat berdiskusi tentang masalah yang dihadapi Ita Diana (tengah) (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (12)

MALANGTIMES - Kasus yang menimpa Ita Diana mengundang simpati banyak orang. Bahkan, kasus perempuan asal Temas, Kota Batu, sampai ke telinga anggota DPR RI dari Partai Gerindra Moreno Suprapto.

Moreno mengaku tahu kasus Ita setelah membaca berita di MalangTIMES. Dalam berita yang muncul beberapa seri itu, Moreno langsung tersentuh hatinya. Dia sedih membaca nasib perempuan miskin yang terjerat utang ratusan juta dan lantas mau menyumbangkan ginjalnya dengan iming-iming ratusan juga tapi akhirnya merasa tertipu itu.

Gara-gara kasus itu, Moreno  berkunjung ke rumah makan milik Ketua Perindo Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly. Mantan pembalap tersebut kemudian menggali informasi dari Nelly yang notabene sejak awal sudah mengawal permasalahan Ita. 

(BACA: Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (11)

 Di Paviliun Inilah Ita Diana Empat Jam Jalani Operasi Ginjal ).

Dari cerita singkat Nelly, tanpa pikir panjang, Moreno mengajak Nelly untuk menemui Ita di salah satu PJTKI yang ada di Kota Malang. "Setelah mendapat cerita dari Mbak Nelly mengenai operasi ginjal ini, saya rasa banyak menyalahi aturan. Tapi saya kan masih belum ada gambaran seperti apa," ujar  Moreno. 

Adik pembalap Ananda Mikola ini menilai kasus yang menimpa Ita Diana ini cukup rumit, walaupun ia baru mendengar kesaksian dari satu pihak. Namun, ada indikasi  menyalahi aturan dalam kasus Ita. Sebab,  menurut Moreno,  operasi transplantasi ginjal tidak semudah itu dilakukan. 

"Saat itu beliau (Ita) juga penuh dengan desakan dan tekanan. Kalau dari  segi hukum, saya berpendapat itu tidak boleh dimanfaatkan oleh siapa pun. Memang ada kelemahan dan ini yang tidak boleh dimanfaatkan oleh oknum," tandasnya. 

Dari permasalahan yang dihadapi oleh Ita, Moreno berharap masalah ini tidak berlarut-larut hingga tidak menemui garis finis. Dia juga tak ingin ada lagi korban selanjutnya. "Ini Kota Malang, kota yang besar. Jangan sampai ini melahirkan bibit suatu jaringan (sindikat)," ucapnya. 

Nantinya, Moreno akan membawa kasus ini ke pusat. Dia akan meminta DPR memanggil  menteri kesehatan terkait masalah ini. "Apakah ini sengaja atau tidak, saya juga masih menanyakan sama teman-teman nanti di Komisi IX yang membidangi kesehatan. Apakah memang seorang pasien itu datang ke rumah sakit dan bisa langsung menjual begitu saja. Kan tidak? Kan harus ada keluarganya. Ini Bu Ita tidak didampingi keluarganya. Apa pun itu, apakah karena ada desakan, ada kebutuhan, ada permintaan sehingga bisa langsung jalan begitu saja," ungkapnya. 

Bersama Nelly, Moreno mengajak insan Kota Malang yang peduli terhadap permasalahan yang menimpa Ita Diana ini untuk membantu. "Nah ini kami bersama-sama atas nama kemanusiaan, saudara kita di Kota Malang  khususnya, ayo kita bantu semaksimal mungkin," ucap dia. 

Kasus transplantasi ginjal Ita ramai karena kental aroma jual beli organ vital tersebut. Awalnya, Ita yang kebingungan karena terlilit utang beberapa hari tidur di rumah sakit. Dia lantas bertemu dengan dua dokter yang disebut-sebut terlibat dalam operasi transplantasi ginjal itu, yakni dr Atma Gunawan dan dr Rifaie.

Ita mengaku bersedia mentransplantasi ginjalnya karena ada pengusaha yang membutuhkan ginjal. Pengusaha itu adalah Erwin Susilo, pemilik diler mobil Hindra Jaya di kawasan Jalan Ahmad Yani. Namun, dari uang Rp 350 juta yang dijanjikan, baru Rp 70 juta yang diberikan Erwin. (*) 


Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .


Top