Social Media

Share this page on:

Ada Jual Beli Organ Tubuh di Malang? (23)

Dokter RSSA Akui Buka Rekening untuk Anak Korban 'Jual Beli' Ginjal, Alasannya...

25-12-2017 - 12:58
Ketua tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dr Atma Gunawansaat konferensi pers. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Ketua tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dr Atma Gunawansaat konferensi pers. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Salah satu indikasi adanya transaksi 'jual beli' ginjal yang dilakukan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang yakni adanya transfer uang dari ketua tim transplantasi dr Atma Gunawan pada anak penjual ginjal Ita Diana.

Sejak September 2017 lalu, Atma rutin mentransfer uang pada rekening Dini Triwulandari. Saat konferensi pers terhadap awak media, dr Atma Gunawan mengakui dirinya membuat rekening untuk Dini. Namun, ia menolak hal tersebut dikaitkan dengan adanya indikasi transaksional atas operasi pemindahan ginjal yang dia pimpin.

"Adanya uang dan rekening itu seolah berkaitan transaksi, sama sekali tidak. Di luar konteks," terang Atma dengan mimik geram. 

Pria tersebut mengaku dirinya hanya merima informasi dari perawat yang menangani Ita Diana soal kesulitan yang dialami perempuan asal Kota Batu itu. Atma juga mendapat kabar dari sekretarisnya soal kondisi anak Ita yang tidak bisa masuk sekolah karena biaya.

"Berulang kali dengar soal masalah-masalah itu (uang) terus. Tapi ini melulu masalah kemanusiaan, tidak ada unsur transaksi jual beli," ucapnya.

Bantuan itu, lanjut Atma, diberikan untuk bantuan biaya sekolah. Karena dia tidak ingin uang tersebut disalahgunakan atau tidak tepat sasaran, maka dia meminta membuat rekening khusus. Sehingga bantuannya bisa disampaikan langsung. 

Dia menegaskan bahwa sekretarisnya juga telah diminta berkomunikasi dengan sekolah tempat anak Ita belajar. "Saya merasa tersentuh saja, membantu. Mohon tidak dipublikasi, aneh kalau berderma lalu dipublikasi," ujarnya.

Pernyataan Atma sebenarnya juga bertolak belakang dengan pernyataannya sendiri. Di awal pertemuan, Atma mengaku belum lama mengetahui kasus tersebut. Tapi, bukti transfer yang ada terhitung sudah dilakukan.

"Karena ini sesuatu di luar kesepakatan, tidak paham dan baru tahu beberapa minggu lalu padahal proses operasinya sudah 10 bulan lampau," ujarnya. 

Namun Atma mengelak, menurutnya, jika tim mengetahui ada transaksional sebelum operasi dilakukan, maka berdasarkan peraturan prosedur tersebut harus dihentikan. "Jika ternyata ada kesepakatan lain yang akadnya tidak berdasarkan suka rela, transplantasi ginjal tersebut harus dibatalkan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Beban hidup Ita Diana tidak semakin ringan setelah menjual ginjalnya kepada Erwin Susilo, pemilik showroom mobil Hindra Jaya di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Malang. Justru ibu 41 tahun warga Kelurahan Temas, Kota Batu, tersebut semakin nelangsa karena Erwin ingkar janji. 

Uang Rp 350 juta yang dijanjikan Erwin kepada Ita untuk dibuat melunasi utangnya tak kunjung diterima. Erwin hanya memberikan Rp 70 juta kepada Ita. Tentu saja, uang sebesar itu tidak cukup digunakan membayar utang Ita. Apalagi, dia sudah kehilangan salah satu organ vital, yakni ginjal.

Setelah beberapa bulan janji itu tak kunjung ditepati, Ita mengadukan masalah itu kepada dr Atma Gunawan. Ita mengatakan, Atma adalah salah satu dokter di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) yang menangani operasi pengangkatan ginjal Ita untuk selanjutnya ditransplantasikan kepada Erwin

Karena bersimpati atas derita Ita, Atma memberikan bantuan uang pendidikan untuk Dini Triwulandari, anak Ita yang duduk di sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Batu. Tepatnya September 2017, Atma membuat buku tabungan untuk Dini. Sejak saat itu, setiap bulan  Dini menerima transfer uang Rp 500 ribu.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top