Social Media

Share this page on:

Akreditasi Jurusan Kampus Swasta di Malang Dipertanyakan (7)

Satu Prodi Akreditasi C "Gemuk", Unidha Sebut Kendalanya Kurang Penelitian

28-12-2017 - 20:44
Kepala BAU Unidha Malang Eddy Suprrihadi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kepala BAU Unidha Malang Eddy Suprrihadi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Akreditasi Jurusan Kampus Swasta di Malang Dipertanyakan (7)

MALANGTIMES - Semakin ke depan, kualitas dan tingkat prestasi kampus maupun grade akreditasi sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) bakal menjadi sorotan para mahasiswa. Itu karena grade akreditasi jurusan atau program studi (prodi) lulusan sudah digencarkan menjadi syarat diterima tidaknya dalam suatu pekerjaan.

(Baca Juga : Hanya Satu Program Studi Terakreditasi A, Universitas Ma Chung Mengaku Tak Ketar-Ketir )

Yang ingin mendaftar menjadi aparatur sipil negara (ASN), misalnya, harus memenuhi akreditasi kampus dan prodi minimal B. Jika prodinya masih di bawah B, sang alumnus tidak bisa mengikuti seleksi ASN.

 

Di Kota Malang sendiri, beberapa kampus memang masih memiliki beberapa prodi yang terakreditasi C meskipun untuk akreditasi lembaga kampus sudah di grade B. Selain menyulitkan lulusannya dalam seleksi pekerjaan, fakta tersebut bisa berimbas adanya kehilangan peminat atau penurunan jumlah mahasiswa di kampus tersebut. Calon mahasiswa sadar dan tahu bahwa dirinya bakal sulit bersaing dengan akreditasi kampusnya yang belum mencukupi.

Menanggapi fenomena itu, untuk menjembatani para mahasiswa yang  memang ingin menjalani karir sebagai ASN, Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang berupaya optimal melakukan peningkatan akreditasi. Di Unidha sendiri, tinggal satu prodi yang memiliki akreditasi C.

Dari 14 prodi yang ada di Unidha, memang saat ini tinggal prodi teknik industri yang akreditasinya C. Menurut Kepala Biro Administrasi Umum (BAU) Unidha  Eddy Suprihadi, kampus bukannya pasrah dengan akreditasi yang dikantongi prodi teknik industri. Sebaliknya, berbagai upaya peningkatan akreditasi dilakukan. Namun, memang masih ada kendala. "Kendalanya, pengajuan penelitian masih banyak yang kurang. Kami terus upayakan agar bisa tetap bersaing seperti yang lain," ungkapnya.

Untungnya, Teknik Industri Unidha sudah hampir merengkuh akreditasi B. Nilainya hanya kurang 10 untuk mendapat akreditasi B. "Kemarin harus 301. Jadi, kami masih berada di nilai C gemuk, yakni 291," ungkap Eddy.

Dia menyebut beberapa prodi lain di Unidha, seperti prodi elektro, sudah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, elektro masih akreditasi C, tapi saat ini sudah naik menjadi B. "Sudah setahun ini. Naiknya ke grade B. (Prodi) yang lain sudah sejak dulu B," ujar Eddy.

Selain itu, upaya yang dilakukan untuk peningkatan mutu adalah dengan menyekolahkan para dosen yang saat ini masih bergelar S2. Mereka akan disekolahkan ke S3. Dengan upaya ini, manajemen Kampus Unidha meyakini akan bisa meningkatkan mutu dan jumlah mahasiswa baru di Unidha ke depan. "Dosen yang sekolah S3 ada 20-an. Dibiayai kampus dan diharapkan nantinya bisa semakin meningkatkan mutu pengajaran di kampus, " ucap dia. (*)


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top