Social Media

Share this page on:

Akreditasi Jurusan Kampus Swasta di Malang Dipertanyakan (8)

11 Jurusan Masih Terakreditasi C, UMM Berdalih karena Masih Baru

30-12-2017 - 17:33
Kasubag Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Kasubag Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Akreditasi Jurusan Kampus Swasta di Malang Dipertanyakan (8)

 

MALANGTIMES - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menolak disebut banyak program studi memiliki nilai akreditasi minim. Berdasarkan data Direktori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kopertis Wilayah IV Tahun 2016, ada 11 program studi UMM dengan akreditasi C dan 21 program studi 'hanya' terakreditasi B.

Kasubag Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum mengatakan pihaknya memiliki data tahun 2017 terkait akreditasi program studi. "Kalau data itu kan 2016 ya, sementara ini kita sudah ada data paling baru yaitu data akreditasi UMM per Desember 2017," kata dia saat ditemui MalangTIMES.

(Baca Juga : Satu Prodi Akreditasi C "Gemuk", Unidha Sebut Kendalanya Kurang Penelitian )

Pada data akreditasi tahun 2016, 11 program studi UMM terakreditasi C. Pada jenjang doktoral program studi yang memiliki nilai minim itu ialah program studi ilmu pertanian dan program studi ilmu sosial dan ilmu politik.

Data Kopertis tahun 2016 juga mengungkap bahwa dua jenjang magister UMM terakreditasi C yakni pendidikan matematika dan pendidikan bahasa Inggris.

Sementara, pada jenjang sarjana program studi yang terakreditasi C adalah ekonomi syariah dan pendidikan bahasa Arab. Dua program studi lain yang terakreditasi C ialah jenjang profesi. 

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Rina beralasan bahwa program studi terakreditasi C masih baru dibuka.

"Yang jelas prodi-prodi yang di data tahun 2016 itu akreditasinya C itu semua masih baru buka ya jadi tentu dong karena belum meluluskan dan masih baru otomatis C dulu tapi kita akan re-akreditasi kok," jelas dia.

Program studi doktoral ilmu pertanian, kata Rina, malah belum meluluskan mahasiswa lantaran program studi tersebut masih baru. Tetapi ia tak ingat persis kapan program studi tersebut berdiri. 

Menurut Rina dari data Kopertis teranyar per Desember 2017 itu, akreditasi UMM tidak banyak yang masih berada di level C. Sembari membuka laptop, Rina mencocokkan data akreditasi yang media online MalangTIMES peroleh dari Kopertis Tahun 2016 dengan data yang ia punya.

"Kalau tadi kan ilmu pertanian C, ya memang di 2017 juga masih C. Tapi yang 2017 ilmu sosial dan ilmu politik itu sudah B ya," tegasnya. 

Pihaknya mengatakan butuh waktu bagi program studi anyar untuk mencapai nilai akreditasi lebih baik dari C. "Kalau baru buka kan otomatis akreditasinya C. Nah untuk masalah kapan naik itu kan cepat atau lambatnya antara program studi satu dengan lain kan enggak sama," imbuhnya.

Saat disinggung mengenai kendala selama proses akreditasi, Rina berpikir beberapa waktu. Ia mencoba mengingat-ingat kembali proses akreditasi yang sejauh ini dilakukan oleh UMM. Lantas apa ada kendala berarti bagi UMM untuk dapat nilai sempurna di semua program studi?

"Ya meski kami akreditasi A kan ya adalah program studi yang belum A. Kalau ditanya kendala enggak ada sih yang jadi masalah ya. Tapi mungkin soal publikasi ilmiah dosen yang kita nilainya kurang," beber wanita yang meraih gelar magister dari Thailand itu.

Terkait publikasi ilmiah dosen, ia menjelaskan persyaratan publikasi dari BAN-PT ialah karya ilmiah dosen dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional terakreditasi.

"Nah, itu yang banyak ya teman-teman dosen yang masih belum menembus persyaratan tersebut. Saya bilang begitu karena memang untuk poin ini nilainya tinggi. Jadi, misal harusnya kami sudah di akreditasi A tapi karena poin sedikit saja jadi harus B. Kan ketat sekali," jelas ia.

Saat disinggung mengenai aturan pemerintah yang menerapkan syarat penerimaan pegawai negeri meliputi akreditasi perguruan tinggi dan program studi, Rina tak banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan bahwa hal tersebut bukan kewenangan ia untuk menjawab.

"Wah, kalau masalah itu kan masalah lulusan yang mau bekerja di pemerintahan ya, tanyakan saja pada ikatan alumni," elak dia.

Saat MalangTIMES menanyakan apakah mahasiswa ada yang khawatir lantaran program studi masih terakreditasi C dan B, Rina menegaskan tak ada mahasiswa yang ia temui merasakan kekhawatiran tersebut. "Enggak ada yang merasa begitu, sementara ini semua lancar-lancar saja," tukas dia. (*) 


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top