Social Media

Share this page on:

Tak Lengkapi Syarat Pendaftaran, KPU Tetapkan Paslon Nanda-Wanedi Diusung Empat Partai

10-01-2018 - 18:29
Suasana pendaftaran pasangan calon Nanda-Wanedi di KPU Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana pendaftaran pasangan calon Nanda-Wanedi di KPU Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang secara resmi menerima pendaftaran pasangan calon (paslon) Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi. Meski demikian, KPU memberi catatan terhadap kelengkapan berkas pasangan tersebut.

Pemeriksaan berkas dan kelengkapan pendaftaran paslon Nanda-Wanedi sendiri berlangsung selama hampir dua jam. Tepatnya dimulai pukul 13.30 sampai 15.15 siang ini (10/1/2018).

Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen menyebut bahwa paslon tersebut merupakan pasangan kedua yang mendaftar. Setelah sebelumnya, petahana Wali Kota Malang Moch Anton dan Sekretaris REI Malang Syamsul Mahmud datang ke kantor KPU di Jalan Bantaran.

Ashari mengungkapkan, hasil pemeriksaan berkas pencalonan Nanda-Wanedi sudah kesemuanya memenuhi syarat dan dapat diterima.

"Namun untuk berkas calon (berkas individual), sama dengan pendaftar pertama. Ada beberapa poin yang memang harus dilakukan perbaikan," ujarnya. Perbaikan itu diberi waktu selama tiga hari pada 18-20 Januari mendatang. 

Menurut Ashari, berkas yang belum dipenuhi pasllon Nanda-Wanedi tersebut di antaranya laporan SPT (surat pemberitahuan) pajak tahunan, laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dan persyaratan perseorangan bakal calon lainnya. "Visi misi paslon juga tidak ada, itu bisa diserahkan pada masa perbaikan," tegas Ashari.  

"Catatan lain, soal partai pengusung paslon. Kami sampaikan bahwa Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tidak bisa memenuhi prasyarat karena tidak menghadirkan pengurus di tempat pendaftaran," tambahnya. Akibatnya, Nasdem tidak dimasukkan dalam daftar pengusul pasangan Nanda-Wanedi. 

Ashari menerangkan, meski sudah tidak masuk di partai pengusung atau pengusul, Nasdem bisa masuk partai pendukung. Dia mencontohkan, posisi Nasdem sama dengan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang menjadi pendukung paslon Anton-Syamsul. 
"Meski berkas (Nasdem) disusulkan tetap tidak bisa. Sudah diputuskan oleh LO pasangan Nanda-Wanedi untuk tidak masukkan Nasdem. Sehingga hanya memasukkan PDIP, Partai Hanura, PAN, dan PPP," tegasnya.

Selain itu, Ashari mengungkakan bahwa setelah terdaftar maka Nanda-Wanedi diwajibkan mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan. "Tanda terima pendaftaran sudah kami berikan pada paslon Nanda-Wanedi, besok mereka harus mengikuti tes kesehatan dan psikologi," tambahnya.

Ditemui pasca pendaftaran, Ya'qud Ananda Gudban mengakui adanya ketidaklengkapan berkas. "Kemarin masih banyak mengurus rekom, akibatnya masih ada persyaratan-persyaratan yang bersifat personal yang belum terlengkapi. Tapi sudah terproses," terangnya. 

Sementara untuk visi dan misi yang juga belum tergarap, Nanda mengaku timnya masih akan menyusun yang sesuai  dengan harapan seluruh partai pendukungnya. "Kalau visi misi kan tidak bisa langsung, kita akan buat yang sempurna," pungkasnya. 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha


Top