Social Media

Share this page on:

Kopi Nusantara, Identitas Indonesia (2)

Sejarah Kelam Kopi, dari Hukuman Mati, Pemukulan sampai Stigma Minuman Setan

16-01-2018 - 12:18
Ilustrasi larangan kopi di masa lalu di beberapa negara. (Istimewa)
Ilustrasi larangan kopi di masa lalu di beberapa negara. (Istimewa)

MALANGTIMES - Kini, kopi telah menjadi energi baru bagi para petaninya.  Geliat perkopian yang semakin positif, baik dari sisi penjualan dan dukungan pemerintah, telah membuat bangkitnya semangat baru para petani kopi. 

Hal ini terlihat dari adanya kesadaran kelompok tani untuk terus berinovasi dalam dunia yang digelutinya. Karena dari kopi,  kami makan. Karena dari kopi kami menyekolahkan anak-anak kami.  Begitulah ucap Teguh petani kopi merah Jambuwer,  Kromengan,  Kabupaten Malang. 

Kesadaran inilah yang membuat kelompok tani kopi Mekar Tani,  bertekad untuk kembali menjayakan masa keemasan kopi lokal yang tumbuh di lereng gunung Kawi ini. 

Pun,  di berbagai wilayah perkebunan kopi rakyat di Malang Selatan. Petani-petani kopi di sana,  semakin menyadari adanya kekuatan besar dari si biji hitam yang mereka tanam. Mereka berserikat dan berinovasi dengan dukungan penuh pemerintah daerah Kabupaten Malang. 

Tapi,  tahukah anda bahwa kopi ternyata memiliki sejarah kelam dalam sejarah manusia. Sejarah pelarangan kopi di berbagai belahan dunia. 

Kopi di beberapa belahan dunia masa itu menjadi minuman terlarang untuk dikonsumsi masyarakat. Ada sanksi berat bagi yang melanggarnya.  Dari hukuman mati,  pemukulan sampai pada stigma negatif sebagai minuman setan. 

Negara mana saja yang pernah melarang warganya meminum kopi. MalangTIMES merangkumnya dari beberapa sumber untuk Anda. 

1. Makkah

Tahun 1511, Pemerintahan Kota Makkah secara resmi melarang peredaran dan konsumsi kopi. Bagi mereka saat itu, meminum kopi bisa memunculkan perilaku radikal. Alasan politik dari otoritas pemerintah juga menjadi salah satu faktor kopi dilarang.

Gubernur wilayah setempat bahkan percaya,  meminum kopi dijadikan alat dan ruang bagi kelompok oposisi untuk melakukan perencanaan kudeta.  

2. Italia

Bagi warga Italia,  ada tiga hal yang dipujanya sampai kini.  Yaitu Paus, makanan, dan kopi. Tapi di abad ke- 16, Italia pernah melarang warganya meminum kopi.  Dikarenakan saat itu kopi disebut sebagai minuman setan. 

Peran Paus Clement VIII lah yang membuat kopi di Italia berubah 180 derajat. Hal ini dimulai saat Paus mencicipi kopi dan menyatakan bahwa minuman tersebut lezat dan bahkan dianggap sebagai minuman yang diberkati. Italia pun menjadi negara pemuja kopi sampai kini. 

3. Konstantinopel

Di Konstantinopel,  meminum kopi taruhannya hukuman pukul bahkan sampai pelemparan peminumnya ke laut,  setelah orang tersebut di masukkan karung tertutup terlebih dahulu. 

Ini terjadi pada masa Murad IV pada tahun 1623. Hukuman bagi orang yang ketahuan pertama kali mengonsumsi kopi adalah mendapat hukuman pukul.

Sedangkan jika orang tersebut tertangkap masih mengonsumsi kopi maka dia akan dimasukkan pada sebuah kantong kulit yang dijahit dan dilemparkan ke laut Bosporus.

4. Swedia

Di Swedia larangan peredaran dan minum kopi di berlakukan tahun 1746. Kopi dianggap sebagai minuman terlarang dan dianggap serupa racun. Di masa ini,  seorang pembunuh akan dihukum dengan minum kopi hingga mati.

Di kerajaan,  bahkan  terdapat sebuah profesi khusus sebagai taster yang mencicipi apakah hidangan keluarga raja mengandung kopi atau tidak. 

5. Prussia

Prussia di tahun 1777, saat kopi mulai menelan  bir yang merupakan  minuman khas wilayah setempat.  Raja Frederick dari Prussia membuat sebuah manifesto dan perintah bagi warganya.  Dia meminta rakyatnya untuk mengganti dan membuang semua kopi mereka lalu menggantinya dengan bir. 


Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha


Top