Social Media

Share this page on:

Kopi Nusantara, Identitas Indonesia (5)

Sejarah Panjang Perkopian, Geliatkan Desa Wisata Kopi Lokal Kabupaten Malang

17-01-2018 - 11:43
Bupati Malang Rendra Kresna dan Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara dalam Festival Kopi Dampit. Kopi lokal terus menggeliat dan mendapat dukungan penuh Pemkab Malang (Dok. MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna dan Kadisparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara dalam Festival Kopi Dampit. Kopi lokal terus menggeliat dan mendapat dukungan penuh Pemkab Malang (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kopi, memiliki sejarah panjang di Kabupaten Malang yang jejaknya mewangi sampai kini, baik di mancanegara maupun di tingkat nasional dan daerah. Sejarah panjang ini pulalah yang melatari terlahirnya desa wisata kopi lokal di Kabupaten Malang.

Harumnya perkopian lokal yang tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Malang kini menyadarkan para petani atas potensi besar yang dimilikinya. Berbagai perubahan untuk kembali menjayakan kopi lokal Kabupaten Malang pun kembali menggeliat. Desa-desa wisata kopi mulai bermunculan. Baik di basis perkebunan kopi seperti di wilayah Malang Selatan maupun di beberapa wilayah lainnya, seperti desa-desa yang berada di sepanjang lereng Gunung Kawi. 

"Kami sangat bangga dengan hal tersebut. Ini artinya masyarakat semakin terbuka dengan potensi pariwisata yang ada di wilayahnya. Tentunya kita mengapresiasi dan mendukung lahirnya desa-desa wisata kopi," kata Made Arya Wedanthara Kepala Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Malang, Rabu (16/01). 

Dari sisi kepariwisataan, lahirnya desa wisata kopi menjadi pelengkap menu. Wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang datang ke destinasi wisata Kabupaten Malang semakin dimanjakan dengan adanya berbagai desa wisata yang mengeksplor potensinya. 

Sisi lainnya, lanjut Made, terjadinya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata. "Karena terbukti pariwisata bisa menjadi ruang dalam mengentaskan kemiskinan," ujarnya kepada MalangTIMES. 

Beberapa desa wisata kopi yang akan menjadi pelengkap pariwisata yang akan dilaunching di bulan ini, misalnya Wisata Edukasi Kopi Dampit. Atau beberapa desa lainnya di Karangploso dengan kopi Karlosnya, maupun di Jambuwer dengan kopi merahnya. 

"Ini akan menjadi satu paket bagi wisatawan. Misalnya yang di Dampit atau di Amstirdam. Selain menikmati wisata pantai selatan,  mereka juga akan dimanjakan dengan kopi berkualitas tinggi dari bumi Kabupaten Malang.  Baik sebelum maupun setelah mereka ke pantai," terang Made yang juga menegaskan pihaknya telah menjadikan pembentukan desa wisata sebagai target kerja setiap tahunnya. 

Dukungan terhadap desa wisata kopi juga bagian dari upaya mensejahterakan petani kopi lokal yang tumbuh di Kabupaten Malang dan menjadi mata pencaharian sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Bupati Malang Dr H Rendra Kresna telah mendirikan rumah kopi yang siap menampung seluruh hasil kopi yang ada. Hal ini merupakan komitmen dalam memberikan akses pemasaran bagi petani kopi lokal. 

Bahkan, untuk memperkuat pemasaran kopi lokal tersebut, telah ada imbauan resmi dari Pemerintah Kabupaten Malang kepada seluruh OPD untuk mengajak setiap tamu luar daerah ke rumah kopi. 

"Rumah kopi memang diperuntukkan untuk kopi lokal kita. Sebagai identitas sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada kopi Malang dalam masyarakat," ucap Rendra Kresna beberapa waktu lalu. 

Bagi para petani kopi Kabupaten Malang yang ingin produknya bisa dipasarkan di rumah kopi, bisa berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang. 

"Karena pengelola rumah kopi ada 4 OPD terkait sesuai tupoksinya masing-masing. Untuk produk kopi wilayahnya DTPHP Kabupaten Malang," ujar Made. 


Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES


Top