Social Media

Share this page on:

Kopi Nusantara, Identitas Indonesia (6)

Komunitas Sejuta Kopi, Kentalkan Interaksi Lokalitas Kopi Nusantara

17-01-2018 - 14:09
Komunitas Sejuta Kopi saat berada di Desa Taji, Jabung. Berinteraksi dan saling berbagi pengetahuan ragam kopi yang sangat kaya antara petani, pecinta dan stake holder lainnya. (Budi for MalangTIMES)
Komunitas Sejuta Kopi saat berada di Desa Taji, Jabung. Berinteraksi dan saling berbagi pengetahuan ragam kopi yang sangat kaya antara petani, pecinta dan stake holder lainnya. (Budi for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bukan hanya pemerintah daerah yang kini serius menangani dan mengawal program perkopian menjadi komoditas unggulan. Tapi, masyarakat pecinta kopi yang tergabung di berbagai komunitas pun mulai turun gunung. 

Misalnya Komunitas Sejuta Kopi yang terdiri dari berbagai unsur di dalamnya mulai dari pemerintahan, pelaku kopi, media dan lainnya. Keberagaman di dalam Komunitas Sejuta Kopi ini membuat dunia perkopian semakin cair dan diterima dari berbagai unsur masyarakat yang ada. 

Hal ini juga menegaskan, bahwa kopi bukan hanya dicintai oleh para penikmat atau pelaku di dalamnya. Tapi, kopi telah menyisir dan mengalir ke seluruh sekat kelas di masyarakat. 

"Dan tujuan adanya komunitas ini juga untuk mengentalkan hal tersebut. Kopi bukan minuman kelas tertentu, tapi milik kita semua. Terutama kopi lokal yang tumbuh subur di nusantara ini," kata Budi Widodo dari Komunitas Sejuta Kopi, Rabu (17/01). 

Keberadaan Komunitas Sejuta Kopi yang diproyeksikan sebagai ruang interaksi juga difungsikan sebagai bentuk penguatan pengetahuan atas ragam jenis kopi yang tumbuh di nusantara ini.  Khususnya Malang Raya dan Jawa Timur yang merupakan sentra-sentra kopi terkenal Indonesia. 

Dari pengenalan lebih dalam tentang ragam kopi tersebut, diharapkan terbuka rasa cinta yang lebih pekat dari masyarakat atas kopi nusantara.

"Kita kaya dengan ragam dan jenis kopi. Tentunya ini adalah potensi besar yang perlu kita bagikan kepada masyarakat. Selain tentunya juga hal ini bisa menjadi bagian dari promosi pemasaran bagi produk kopi lokal petani kita," ujar Budi kepada MalangTIMES. 

Hutan kopi dibibir pantai desa Sidoasri Sumawe (Johanes)

Konsep kopi sebagai wisata komoditi pun jadi bagian dan agenda dari komunitas sejuta kopi. Seperti yang pernah dilaksanakannya di Desa Taji, Kecamatan Jabung yang merupakan salah satu sentra kopi Kabupaten Malang. 

Dalam agenda tersebut, Komunitas Sejuta Kopi larut bersama para petani kopi Taji dan pelaku lainnya dari luar daerah . Saling berbagai pengalaman dan informasi mengenai dunia kopi.

"Yang intinya bahwa kopi bisa menjadi pilihan utama bagi para petani. Kopi lokal punya potensi besar yang mungkin selama ini tidak terlalu diseriusi. Atau sebagai tanaman selingan saja," ujar Budi. 

Kondisi inilah yang kini dijembatani secara terus menerus oleh Komunitas Sejuta Kopi. Mengenalkan produk lokal, membawa masyarakat ke wilayah kopi dan tentunya berharap dengan berbagai agenda yang dilehat bisa meningkatkan kesadaran dan pendapatan petani kopi lokal. 

"Saat ini terbentuk, rasa mencintai kopi lokal akan semakin kuat dan mengental dalam masyarakat. Kopi kita tidak kalah dengan kopi luar negeri. Bahkan kopi nusantara tercatat dalam sejarah kopi dunia," pungkas Budi. 


Pewarta : Nana
Editor : Redaksi
Publisher : Raafi Prapandha


Top