Social Media

Share this page on:

Kopi Nusantara, Identitas Indonesia (8)

Harus Selalu Ada Kopi Malang, Kedai Kopi Ini Menolak Kopi Asing

18-01-2018 - 19:07
Kedai kopi Portal Coffee Malang di Ruko SBC Kavling 10-12 Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Kedai kopi Portal Coffee Malang di Ruko SBC Kavling 10-12 Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beberapa tahun terakhir wajah Kota Malang seakan berubah. Kedai-kedai kopi banyak bermunculan. Diantara puluhan kedai kopi di Kota Malang, ada nama Portal Coffee Malang.

Dua setengah tahun, kedai yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang itu berdiri. Tepatnya di Ruko Soekarno-Hatta Business Centre (SBC) Kavling 10-12.

Di tengah persaingan kedai-kedai kopi di Malang, kedai ini setia pada prinsip : wajib menyediakan kopi lokal Malang. Malah sang pemilik, Syarendra Adhitama, menolak kopi asing disajikan di kedai miliknya.

"Prinsip saya, orang datang ke kedai kopi di Malang ya karena mereka ingin menikmati kopi lokal Malang. Maka, kopi-kopi petani Malang adalah tuan rumah dan kopi daerah lain cuma tamu. Tetapi tidak untuk kopi dari luar negeri," kata pria yang akrab disapa Rendra ini saat ditemui MalangTIMES, pada Kamis (18/1/2018).

Portal Coffee Malang selalu menyediakan varian kopi Malang setiap harinya. Untuk arabika, Rendra mengatakan ada beberapa kopi Malang yang ia sediakan.

"Kami ambil kopi dari Gunung Arjuna, Parangtejo, Gunung Kawi dan di daerah Pujon. Dan juga ada kopi dari daerah Ngantang tetapi tidak tentu karena masih perorangan saja," imbuh pria asal Lampung ini.

Robusta, kata Rendra, juga mengambil dari daerah di Malang. Ia mengatakan kopi robusta yang menjadi favorit pelanggan berasal dari daerah Dampit, Kabupaten Malang.

"Kalau robusta ada juga Sridono Retno," kata dia. Kopi robusta dari Gunung Kawi terkadang disajikan di kedainya. Akan tetapi, Rendra mengatakan varian kopi tersebut kurang banyak penikmat. "Banyak yang suka Dampit karena pahit tetapi tidak terlalu," sambungnya.

Prinsip menyajikan kopi lokal Malang di kedainya ini merupakan bagian dari upaya Rendra hidupkan petani kopi Malang. Ketika MalangTIMES menyinggung persaingan dengan kedai kopi franchises, Rendra mengatakan tidak ada pengaruh sama sekali.

"Kembali ke segmen. Kalau saya segmennya dulu mahasiswa. Tetapi sekarang banyak pelanggan dari kalangan pekerja. Kalau soal ada kedai kopi luar saya rasa segmen harga kami dan mereka sudah berbeda," ucap ia. Pelanggan Portal Coffee Malang hampir 80% didominasi kalangan pekerja. 

"Kalau saya lihat mahasiswa di Malang ini tidak semua punya budget untuk mengopi di kedai-kedai kopi. Kalau mahasiswa masuk, mungkin kedai kopi ramai. Dan kalau mereka libur, ya ada pengaruh ke penjualan. Dan saya sendiri melihat pelanggan yang stabil dari kalangan pekerja. Mungkin kembali lagi ke masalah finansial," tukas alumnus Universitas Merdeka Malang ini.  (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Redaksi
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top