Social Media

Share this page on:

Sarang Copet, Hati-Hati Naik Bus Restu (4)

Kantor PO Bus Restu Malang Janji Tindaklanjuti Postingan tentang Maraknya Aksi Copet Ini ke Manajemen

29-01-2018 - 16:42
Deretan Bus Restu di halaman kantornya di Singosari Malang (Foto : Imam Syafi
Deretan Bus Restu di halaman kantornya di Singosari Malang (Foto : Imam Syafi'i/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kantor Bus Restu yang berlokasi di Singosari Malang berjanji akan membawa laporan tentang maraknya aksi copet yang diduga ada kongkalikong dengan kenek dan kondektur milik perusahaan otobus (PO) ini ke manajemen.

Penjelasan ini diperoleh setelah tim MalangTIMES berusaha melakukan konfirmasi ke manajemen PO Bus Restu di Singosari Malang pada 23 Januari lalu.   

Saat MalangTIMES mendatangi Kantor PO Bus Restu di Jalan Randu Agung No.1, Desa Randuangung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang tampak sepi. Hanya ada beberapa karyawan di kantor tersebut.

Awalnya, kami mendatangi pos keamanan PO Restu dan diterima salah seorang security yang bertugas saat itu.

 Wartawan MalangTIMES saat melakukan konfirmasi ke Kantor PO Restu Singosari pada 21 Januari lalu. (Foto : Imam Syafi'i/MalangTIMES)

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan ingin mengonfirmasi kabar yang beredar di masyarakat tentang adanya dugaan kongkalikong antara kenek atau kondektur Bus Restu dengan sindikat pencopet akhirnya kami dipersilakan masuk dan ditemui seorang bernama Ricky.

Kepada pria 25 tahun ini kami mengutarakan maksud ingin mengonfirmasi adanya keresahan masyarakat tentang maraknya aksi copet di Bus Restu dengan menunjukkan postingan akun facebook milik Hari Kurniawan yang bercerita bahwa dirinya sudah tiga kali menjadi korban copet di bus tersebut.

Ricky lalu membaca dengan seksama postingan dari Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Disabilitas Jawa Timur ini.

Ricky lalu keluar ruangan dan mengatakan kepada MalangTIMES akan menunjukkan postingan tersebut kepada seseorang yang mungkin saja itu adalah pihak manajemen.

Namun, setelah kembali ke ruang lobby, tempat ia menemui kami, ia lalu mengatakan bahwa postingan di media sosial itu akan dilaporkan ke atasannya di Manajemen PO Restu.

"Saya laporkan dulu mas postingan ini ke atasan termasuk maksud dan tujuan Anda untuk meminta tanggapan dari pihak PO Restu," kata Ricky.

Menurutnya, tidak semua orang di kantornya ini berhak memberikan penjelasan terkait apapun yang menyangkut PO Restu.


"Saya harus lapor dulu kepada pihak manajemen di sini. Saya tidak berhak memberikan penjelasan. Nanti kalau sudah dapat jawaban dari pihak manajemen, saya segera mungkin akan menghubungi Anda," jelas Ricky.

Namun, saat MalangTIMES meminta nomor kontak pihak manajemen PO Restu, Ricky tidak berkenan memberikannya dengan alasan lagi-lagi harus meminta izin dulu.

"Maaf mas saya tidak berani memberi nomor HP, nanti saya disalahkan. Tapi kami tetap meneruskan laporan ini," ujarnya.

Ricky menegaskan sebenarnya di PO Restu sudah ada mekanisme yang cukup ketat dalam menyeleksi karyawan termasuk sopir, kenek atau kondektur.

Ada serangkaian tes yang harus dijalani untuk menetapkan seseorang diterima atau tidak di PO Restu. Termasuk di dalamnya sikap (attitude) seseorang.  

"Namun lebih lanjut lanjut saya kurang tahu mas detailnya gimana, apakah ada tes-tes lain," bebernya.

Setelah itu, ia kembali menegaskan berjanji akan segera menghubungi MalangTIMES jika memang sudah mendapatkan pernyataan dari manajemen puncak PO Restu.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Manajemen PO Restu Singosari masih belum ada konfirmasi lebih lanjut terkait tanggapan resmi manajemen PO Restu tentang dugaan adanya kongkalikong copet dengan kenek atau kondektur bus .

 

Pewarta : Imam Syafii dan Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top