Social Media

Share this page on:

Setelah Sepekan, Mayat Dalam Rumah Ditemukan Membusuk

11-02-2018 - 15:36
Mayat laki-laki warga Bululawang yang baru ditemukan setelah sepekan di dalam rumah oleh tetangganya, Minggu (11/02). (Polsek Bululawang)
Mayat laki-laki warga Bululawang yang baru ditemukan setelah sepekan di dalam rumah oleh tetangganya, Minggu (11/02). (Polsek Bululawang)

MALANGTIMES - Warga Dusun Krajan RT 12 RW 02 Desa Sukonolo,  Kecamatan Bululawang, dibuat geger dengan adanya penemuan mayat laki-laki dalam rumah. 

Penemuan mayat dalam kondisi yang sudah membusuk ini sontak membuat warga bertanya. Pasalnya,  mayat bernama Jayus Mantriono (52) itu baru ditemukan setelah hampir sepekan. 

Praduga penyebab kematian laki-laki separo baya ini berkembang dalam masyarakat. Dari dugaan dibunuh,  bunuh diri serta dugaan lainnya. 

Praduga ini yang membuat Kepolisian Sektor (Polsek)  Bululawang mengklarifikasi penyebab kematian korban yang sudah dalam kondisi membusuk. "Penyebab bukan dibunuh. Dari hasil pemeriksaan pihak puskesmas dan unit ident pada jasad korban,  tidak ditemukan adanya kekerasan atau penganiayaan. Diduga korban sudah meninggal sekitar tujuh hari,  " kata Kapolsek Bululawang Kompol Supari,  Minggu (11/02). 

Rumah tempat korban yang baru ditemukan warga setelah tujuh hari diberi garis polisi (Polsek Bululawang)

Korban, menurut penuturan keluarganya, memang memiliki riwayat sakit asam urat dan bengkak-bengkak di wajah ( beri-beri, red). "Selain itu menurut pihak keluarga,  korban juga memiliki  riwayat sakit jiwa, " ujar Supari yang datang ke lokasi kejadian bersama anggota, tim puskesmas, PMI serta perangkat desa setempat. 

Kronologi kejadian, menurut keterangan saksi bernama Husen (30) dan Slamet (26) yang merupakan tetangga korban, jasad Jayus ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB. 

Saat itu,  kedua saksi mencium bau menyengat di dalam rumah korban. Penasaran dengan bau tersebut,  kedua saksi akhirnya menuju rumah yang dindingnya berlubang besar. 

"Ternyata di dalam rumah, kami temukan korban dalam  kondisi telentang dan sudah membusuk, " ujar Husen. (*) 


Pewarta : Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha


Top