Social Media

Share this page on:

Anak Gugat Ayah Kandungnya di Malang (1)

Tega, Ada Anak Gugat Ayah Kandung karena Hal Ini

13-02-2018 - 14:29
Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGTIMES - Seorang ayah lanjut usia tengah digugat oleh buah hatinya sendiri. Sang anak tega menggungat ayah kandungnya lantaran sertifikat atas tanah di Jalan Diponegoro II RT 1 RW 5 Kecamatan Klojen Kota Malang. 

Kasus bermula saat Ani Hadi Setyowati, anak keempat pasangan Achmad Tjakoen Tjokrohadi dan Boedi Harti tahun 1999 silam tiba-tiba membawa orangtuanya ke notaris untuk membalik nama sertifikat tanah atas nama dirinya sebab ia beralasan tanah sudah dihibahkan. 

Akan tetapi menurut sang adik, Setyobudi Hartono, orangtua mereka tidak pernah menghibahkan tanah tersebut. "Ada putusan Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2013. Sudah inkrah. Jadi akta hibah batal. MA memerintahkan Pengadilan Agama Malang mencabut akta hibah tanah," papar pria yang akrab disapa Om Yoyok itu kepada awak wartawan, Selasa (13/2/2018).

Yoyok merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Pasangan Achmad Tjakoen Tjokrohadi dan Boedi Harti dikaruniai empat anak laki-laki dan empat perempuan. "Delapan bersaudara satu meninggal. Dan ibu kami pun meninggal pada Juli kemarin," ungkap Yoyok. 


Setyobudi Hartono, anak tergugat Achmad Tjakoen Tjokrohadi (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Ia melanjutkan di Pengadilan Agama Malang mereka menemui jalan buntu lantaran eksekusi putusan tidak dapat dilakukan. "Karena saudari kami Ani Hadi Setyowati lagi-lagi mengajukan banding ke Pengadilan Negeri karena sertifikat tadi ini," kata dia. 

Ditemui di Pengadilan Negeri Malang Kelas I A Jalan Jenderal A. Yani Utara Nomor 198 Kota Malang Yoyok datang dengan saudari wanitanya, Agustin Kemalawati. Keduanya mengaku sudah tidak tahu lagi kasus ini akan dibawa kemana. Yoyok mengatakan sejak 2011 hingga kini masih saja terus berlanjut. 

Agustin mengatakan ia dan saudaranya yang lain tidak tahu menahu alasan mengapa sang kakak tega melakukan ini kepada ayah dan almarhumah ibu mereka. Tetapi penyelesaian masalah ini secara kekeluargaan pernah dilakukan sebelumnya. 

Sementara itu, sang anak yang mengunggat orangtuanya sendiri Ani Hadi Setyowati sedang tidak berada di Malang. Agustin menjelaskan sang kakak kini tengah berada di ibu kota Jakarta dan hanya diwakili oleh pengacara. 

Bagaimana keterangan pengacara pihak tergugat? Benarkah rumah di jantung Kota Malang itu bukan hibah melainkan telah dibeli Ani senilai ratusan juta rupiah? Simak ulasan kasus anak gugat orangtua hanya di media online berjejaring nomor satu di Indonesia, MalangTIMES. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha


Top