Social Media

Share this page on:

Anak Gugat Ayah Kandungnya di Malang (2)

Ini Penjelasan Pengacara Soal Kliennya Yang Menggugat Ayah Kandung

13-02-2018 - 18:39
Ani Hadi Setyowati, anak yang menggugat ayah kandungnya sendiri semasa muda (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Ani Hadi Setyowati, anak yang menggugat ayah kandungnya sendiri semasa muda (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ani Hadi Setyowati, anak yang menggugat ayah kandung di Malang melalui pengacaranya Aswanto SH dikarenakan sang ayah cidera janji. Dia mengatakan alasan Ani melakukan gugatan hukum lantaran sang Ayah melakukan wanprestasi yakni pelanggaran atau kegagalan melaksanakan ketentuan perjanjian yang mengikat secara hukum. 

Pengacara Ani, Aswanto SH menjelaskan bahwa kliennya telah melakukan pembelian terhadap rumah di Jalan Diponegoro Nomor 2 RT 1 RW 5 Kecamatan Klojen Kota Malang. Rumah diatas lahan seluas 997 meter persegi di pusat Kota Malang itu telah dibeli Ani seharga Rp 400 juta. 

"Ibu Ani Hadi Setyowati telah melakukan pembelian senilai Rp 400 juta sekitar tahun 1997, tetapi tiba-tiba berubah senilai Rp 700 juta," papar dia saat ditemui awak media di Pengadilan Negeri Malang Kelas I A Jalan Jenderal A. Yani Utara Nomor 198 Kota Malang, Selasa (13/2/2018).

Saat disinggung kapan perubahan harga itu, sang pengacara menolak memberikan keterangan lebih lanjut. Aswanto mengatakan bahwa hal tersebut tidak perlu dibeberkan kepada awak media. "Kita mencari keadilan. Sebagai pihak yang teraniaya karena tindakan tergugat itu melawan hukum. Untuk lebih jelasnya bukan forum ini tempatnya," sambung dia. 


Pengacara pihak penggugat Ani Hadi Setyowati (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Tidak banyak penjelasan yang dilontarkan oleh Aswanto. Pun saat ditodong awak media mengenai bukti-bukti jual beli yang diklaim oleh Ani. 

Sang pengacara hanya mengatakan bahwa mereka membawa lengkap bukti-bukti tersebut. Sayang dia menolak menunjukkan kepada awak media. Yang ditunjukkan ialah surat gugatan yang dilayangkan oleh Ani Hadi Setyowati terhadap orangtuanya sendiri Achmad Tjakoen Tjokrohadi dan almarhumah Boedi Harti.

Sementara itu, ditemui secara khusus usai persidangan Setyobudi Hartono mengatakan bahwa sang kakak memberikan uang tersebut bukan sebagai bentuk pembelian atas rumah. Yoyok merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara pasangan Achmad Tjakoen Tjokrohadi dan almarhumah Boedi Harti.

"Uang itu yang saya tahu diberikan sekitar tahun 1990-an oleh kakak saya. Saya tidak tahu persis jumlahnya apa Rp 400 juta tetapi kakak saya tidak ada omongan apapun. Hanya memberikan saja," ungkap Yoyok kepada MalangTIMES. 

Kasus anak melawan orangtua kandungnya ini sudah melalui serangkaian persidangan. Yakni mulai tahun 2011 persidangan kasus ini mulai bergulir di Pengadilan Agama Malang. Tahun berganti seolah tak membuat Ani gentar melawan sang Ayah. 

Di usia senja, Achmad Tjakoen Tjokrohadi harus menghadapi kenyataan sang istri Boedi Harti berpulang selamanya pada Juli tahun lalu. Eyang Tjokro kini seorang diri menghadapi gugatan sang putri. 

Bagaimana kondisi pria renta berusia 97 tahun itu? Benarkah ia sempat terjatuh dari mobil saat memaksakan diri menghadiri sidang pertama pada awal tahun 2018 ini? Simak penuturan langsung Eyang Tjokro yang kami rekam pada bagian selanjutnya. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top