Social Media

Share this page on:

Tolak Valentine Day, Pelajar Sumberpucung Turun Jalan dan Kumpulkan Tandatangan

14-02-2018 - 17:23
Para pelajar dan guru SMA Muhammadiyah Sumberpucung turun jalan menolak Valentine Day, Rabu (14/02) (humas Polsek Sumberpucung for MalangTIMES)
Para pelajar dan guru SMA Muhammadiyah Sumberpucung turun jalan menolak Valentine Day, Rabu (14/02) (humas Polsek Sumberpucung for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perayaan hari kasih sayang atau Valentine's Day awalnya merupakan upacara keagamaan Romawi Kuno yang dirayakan antara tanggal 13-18 Februari dan saat itu disebut perayaan Lupercalia.

Di Indoensia Hari Kasih Sayang ini sering dijadikan momen istimewa bagi muda-mudi untuk memadu kasih dengan berbuat sesuatu yang dilarang agama.

Melihat fenomena ini, para pelajar serta guru SMA Muhammadiyah Sumberpucung turun ke jalan dan mengumpulkan tanda tangan sebagai bukti penolakan terhadap perayaan Valentine's Day. 

Penolakan Hari Valentine yang penyebutannya dimulai sekitar tahun 496 M oleh Paus Gelasius I ini dilatarbelakangi berbagai aktivitas remaja yang merayakannya dengan salah kaprah. 

Sek bebas,  minuman keras,  pesta narkoba,  menjadi bagian tak terpisahkan dalam merayakan hari tersebut. Hal inilah yang ditentang oleh para pelajar dan guru bersama Polsek serta Difabel Ganesha Indonesia (DGI) Sumberpucung,  Rabu (14/2/2018). 

"Ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus penolakan dari para pelajar,  guru serta rekan-rekan DGI terhadap valentine yang akhirnya malah merusak generasi muda, " kata Aiptu Pramudya Didit Bhabinkamtibmas Desa Sumberpucung. 

Penolakan Valentine's Day yang dilakukan bersamaan dengan pemberian bantuan kepada para penyandang difabel ini,  diisi dengan berbagai orasi. 

Selain hal tersebut,  para pelajar dan guru pun melakukan petisi dan tandatangan bersama dalam aksi penolakan tersebut.

Tanda tangan petisi ini sebagai simbol bahwa para pelajar di Sumberpucung tidak akan merayakan hari kasih sayang beserta cara-cara yang bertolak belakang dengan norma sosial dan agama.  

Salah satu pelajar SMU Muhammadiyah Sumberpucung mengatakan hari kasih sayang tidak dibatasi di hari ini saja (14 Februari,  red). "Tapi bisa kita rayakan setiap saat dan  hari.  Selain tentunya tidak perlu dengan mengadakan pesta,  miras apalagi melakukan sek bebas, " ujarnya. 

Pihak Polsek Sumberpucung mendukung penuh acara tersebut. Pramudya secara tegas mengatakan hari kasih sayang jangan sampai dipersempit pemaknaan serta dalam merayakannya.

"Kita sebagai aparat tentunya mendukung aktivitas masyarakat yang positif. Jangan sampai karena ini hari kasih sayang,  segala yang tidak sesuai aturan,  norma dan hukum ditabrak, " ucapnya. 

Dalam penolakan valentine day tersebut,  selain orasi,  pengumpulan tanda tangan,  para pelajar dan guru juga turun ke jalan.  Mereka menyampaikan penolakannya kepada masyarakat di sekitar Sumberpucung, melalui spanduk,  pamflet dan petisi berisi tanda tangan. 

 


Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan


Top