Social Media

Share this page on:

Di Malang, Label Fashion Para Artis Mulai Bertumbangan (3)

Lesu Penjualan, Desainer Kondang Dian Pelangi Akhirnya Tutup Satu Butik di Malang

20-02-2018 - 08:13
Koleksi busana karya perancang mode terkenal Dian Pelangi. Di Malang butik Dian ada di Jalan Tampomas Nomor 11 A (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Koleksi busana karya perancang mode terkenal Dian Pelangi. Di Malang butik Dian ada di Jalan Tampomas Nomor 11 A (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Nama tenar publik figur lagi-lagi bukan jaminan masuk pasar mode di Malang. Setelah Raffi Ahmad, Ayu Ting Ting, dan Zaskia Adya Mecca nyatanya perancang busana kondang Dian Pelangi juga sulit memasarkan produk fashion di Malang. 

Dian memiliki dua butik di Malang. Sayang, butik di Ruko Tlogomas Square tutup lantaran penjualan terus menyusut. Hal ini diungkapkan Kepala Toko Dian Pelangi Malang Haqqy Mahfudz. "Saya tutup karena di sana penjualan kurang bagus. Sekarang hanya ada di Jalan Tampomas," ungkap dia saat ditemui MalangTIMES, Selasa (20/2/2018).

Haqqy mengatakan pelanggan butik Dian Pelangi cabang Malang malah banyak berasal dari luar kota. "Kalau Malang ini kalangan tertentu aja ya misalnya sosialita atau pejabat dari dinas-dinas. Kalau dari luar kota malah banyak kayak dari Blitar, Kediri, Probolinggo dan kota-kota lain. Karena memang di Jawa Timur butik Dian Pelangi ada di dua kota saja yakni Surabaya dan Malang," jelas Haqqy. 


Cabang Dian Pelangi di Ruko Tlogomas Square Kota Malang kini tutup karena sepi penjualan (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Diakui Haqqy, sulitnya pasar mode di Malang terasa tahun-tahun ini. Dua tahun buka pertama, ia mengatakan penjualan berjalan dengan baik. Mendirikan cabang di Malang 2015 silam, butik memajang koleksi busana eksklusif desainer Dian Pelangi. 

Dian adalah perancang busana kenamaan Indonesia yang sering tampil di ajang fashoon show kelas dunia. Teranyar perempuan bernama asli Dian Wahyu Utami itu mewakili Indonesia bersama tiga desainer lain di ajang London Modest Fashion Week 2018. Dian sendiri sudah melalang buana ke berbagai peragaan busana termasuk pusat peradaban mode di New York, Amerika Serikat. 

Lebih lanjut, penjualan busana karya Dian Pelangi selain melalui toko langsung di Jalan Tampomas Nomor 11A Oro-Oro Dowo Kota Malang juga dilakukan melalui media sosial. "Kita sudah ada di Instagram, bahkan juga iklan dan promosi tetapi sepertinya pasar mode memang kurang bagus," tutur Haqqy. 

Disinggung soal harga busana, dia menolak menjadi biang melemahnya penjualan barang. Haqqy mengatakan untuk koleksi desainer Dian Pelangi sendiri harga memang tidak bisa ditawar. "Karena kita punya pabrik sendiri dan proses pengerjaan barang masih pakai tangan. Karena quality control kita juga. Selain itu material beberapa impor. Jadi kalau harga saya rasa sebanding dengan kualitas barang," papar dia. 

Busana Dian Pelangi yang dijual di Malang menyasar segmen anak muda dan dewasa baik wanita maupun pria. Harga yang ditawarkan mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

"Kalau anak muda kita ada namanya NOM itu ada kerudung dan baju casual. Itupun kita lumayan dari segi penjualan. Banyak yang cari kerudung. Mahasiswi biasanya," tukas dia. 

Sementara itu, brand-brand artis di Malang masih terus kami kupas. Label mana yang turut merasakan kejamnya pasar mode di Malang? Simak ulasan menariknya hanya di media online berjejaring di Indonesia, MalangTIMES. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top