Social Media

Share this page on:

Mengawal Malang Jadi Kota Mode

Khimar Instan di Malang Ternyata Banyak Pakai Bahan Ini

27-02-2018 - 20:40
Produk khimar instan dengan pet besutan mahasiswi Malang Nabilah Aprilia (foto: Zaco Id for MalangTIMES)
Produk khimar instan dengan pet besutan mahasiswi Malang Nabilah Aprilia (foto: Zaco Id for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tren busana muslimah ternyata bukan saja model segiempat dan pashmina saja. Agar praktis dikenakan produsen hijab kini memproduksi hijab instan atau langsung pakai. Model hijab instan yang sedang banyak digandrungi oleh muslimah ialah instan khimar. 

Produsen hijab asal Malang Zaco Id mengatakan produk instan khimar memang menunjukkan tren positif penjualan. Sang pemilik Nabilah Aprillia menyatakan banyak pelanggan yang menginginkan ada model khimar. 

Material yang digemari adalah bubble crepe. Kain yang dipakai oleh Nabilah ialah kualitas premium. "Kelebihannya nyaman dikenakan. Dan tidak panas. Jadi khimar ini kita pakai bahan bubble crepe premium," papar mahasiswi Universitas Brawijaya itu kepada MalangTIMES. 

Khimar adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jilbab menutupi bagian dada. Hampir seluruh bagian tubuh wanita tertutupi. Istilah khimar di dunia mode merupakan bagian dari tren hijab syar'i yang berkembang beberapa tahun belakangan. 

Tren khimar bukan hanya dari segi model yang beraneka ragam baik dengan aksen pita maupun kerutan. Tetapi khimar yang berkembang di pasaran kini banyak menggunakan pet, yakni sejenis topi. "Pet ini gunanya untuk membuat kesan pipi tirus," kata Nabilah. 

Nabilah menyatakan produk khimar instan bakal diproduksi dalam jumlah ratusan buah. Pemasaran masih sebatas melalui akun sosial media Instagram yakni @zaco.id_. 

Soal warna, Nabilah mengatakan pilihan warna cenderung warna-warna pastel seperti orange dan tosca. Warna ini, kata Nabilah, banyak digemari terutama anak muda. 

Nabilah melanjutkan untuk produk khimar bakal banyak diproduksi terutama menjelang bulan suci Ramadhan. 

"Memang untuk seri hijab syar'i paling banyak digemari pas menjelang bulan Ramadhan ya. Dan untuk harga kita bakal menyasar pasar yang menengah aja jadi kita patok di kisaran harga Rp 45.000 sampai 50.000 saja," tukas Nabilah. (*)

 


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top