Social Media

Share this page on:

Besok Malang Macet Total (2)

Demo Angkutan Umum, Sopir Angkot Larang Adanya Relawan Mobil Pribadi

13-03-2018 - 22:16
Kemacetan total seperti ini kemungkinan besar akan terjadi, Rabu (14/3/2018) besok akibat demo angkutan umum. (Foto : Ilustrasi via Globalindo.co)
Kemacetan total seperti ini kemungkinan besar akan terjadi, Rabu (14/3/2018) besok akibat demo angkutan umum. (Foto : Ilustrasi via Globalindo.co)

Besok Malang Macet Total (2)

MALANGTIMES - Demo besar-besaran yang dilakukan angkutan umum konvensional, Rabu (14/3/2018) besok, diperkirakan akan rawan tindak kekerasan. Terutama terhadap para relawan mobil pribadi yang akan membantu para penumpang ataupun pelajar.

Aksi ribuan sopir angkutan umum se Malang Raya yang dipusatkan di kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Perhubungan Jatim di Karanglo, Singosari, masih dipicu perseteruan mereka dengan angkutan online.

Para sopir angkutan umum meminta kepada Dishub Jatim untuk segera melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan 108/2017 tentang Penyelenggaran Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Permenhub ini sendiri sudah dinyatakan aktif sejak 1 November 2017 lalu.

Dalam Permenhub tersebut dijelaskan bahwa taksi online juga harus ada batas tarif bawah dan atas. Juga mengatur tentang taksi online yang harus uji kir seperti pada angkutan umum lainnya. Karena itulah, demo besok ditempatkan di UPTD Dishub Karanglo yang selama ini juga dijadikan tempat uji kir.

Karena Permenhub belum juga dilaksanakan, maka sopir taksi angkutan umum akan melakukan aksi besar-besaran Rabu besok. Diperkirakan akan melibatkan ribuan angkutan. Dan diprediksi para sopir angkutan umum tersebut akan memarkir mobilnya di Jalan Raya Singosari.

Berdasarkan surat yang dikirim Dewan Pimpinan Cabang Sopir se Malang Raya yang ditandatangani Agus Mulyono, demo akan diikuti sekitar seribu orang.

Dalam surat tertanggal 9 Maret tersebut diterangkan, mereka meminta agar kepolisian melarang relawan dari angkutan pribadi dan bus sekolah. Permintaan itu dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara relawan dengan para pendemo.

Di surat itu juga dijelaskan, para pendemo sudah menyiapkan relawan angkot sendiri yang diberikan secara gratis. Walau melarang relawan dari mobil pribadi dan bus sekolah, mereka tetap mempersilakan kendaraan dinas dari kepolisian, TNI, dan instansi pemerintah untuk mengangkat penumpang dan pelajar yang terlantar karena adanya aksi demo.

Untuk mengamankan aksi, termasuk juga untuk mengantisipasi adanya kekerasan, Polres Malang sendiri sudah mengerahkan sekitar 300 personel.


Pewarta : dede Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top