Social Media

Share this page on:

Begal Motor Berpakaian Polisi Ini Ternyata Mantan Polisi

09-04-2018 - 15:47
Pelaku perampasan motor yang menyaru sebagai polisi saat diamankan oleh anggota Polres Malang saat dihakimi massa, Senin (9/4/2018) (Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Pelaku perampasan motor yang menyaru sebagai polisi saat diamankan oleh anggota Polres Malang saat dihakimi massa, Senin (9/4/2018) (Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah mencuat dan viral di media sosial mengenai penangkapan bengal motor di wilayah Kepanjen yang berseragam polisi,  terkuak bahwa pelaku tersebut memang pernah menjadi polisi. 

Penyamarannya dalam pembegalan motor milik siswi MTs di Kepanjen sebagai polisi dengan atribut lengkap,  laiknya polisi,  ternyata juga didasari dengan latar belakangnya yang pernah menjadi polisi. 

Menurut Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung  pelaku yang sempat jadi bulan-bulanan massa saat melakukan pembegalan motor tersebut,  memang dulunya adalah seorang polisi. 

"Betul,  dulunya memang polisi di wilayah Sidoarjo berpangkat Aipda. Tapi karena melakukan pelanggaran berat,  dirinya dipecat dari kesatuan sekitar tahun 2016, " kata AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (09/04) di Mapolres Malang. 

Pemecatan pelaku yang bernama Arif Widodo (45) warga Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo,  saat menjadi polisi dikarenakan kasus yang sama dengan yang kini dilakukannya setelah dipecat.

"Dia dipecat karena melakukan perampasan motor. Jadi sama dengan yang sekarang kasusnya, " ujar Ujung. 

Pelaku yang sudah dipecat dari kepolisian ini,  bukannya sadar. Walau telah dipecat dan dihukum penjara. Tapi kembali beroperasi di wilayah lainnya yaitu Kabupaten Malang.

Dengan lagak seperti masih aktif di kepolisian,  Arief kembali beroperasi. Kini dia ditemani seorang karib yang sampai saat ini sedang dikejar pihak Polres Malang. 

Kronologis kejadian,  menurut Kapolsek Kepanjen Kompol Bindriyo pelaku mengaku sebagai polisi yang berpatroli di sekitar Desa Sukoharjo,  Kepanjen. 

"Pelaku  diamankan polisi, sekitar pukul 06.30 WIB, saat hendak melakukan tindak perampasan kendaraan bermotor milik Belva Canda Kitari yang merupakan siswi kelas 9, MTs  Kepanjen, " terang Bandriyo. 

Modus yang dilakukan pelaku dengan seragam polisi lengkapnya ini,  korban dituduh melanggar lalu lintas saat akan ke sekolah. 

"Saat korban akan sekolah,  dihentikan pelaku di wilayah Bangsri,  Kepanjen. Pelaku bersama satu temannya memeriksa SIM korban yang mengendarai motor matic hitam dengan nomor polisi N 2947 IO, " ujar Bandriyo.

Karena tidak mampu menunjukkan SIM, akhirnya pelaku  beralasan akan membawa korban ke kantor polisi. Korban yang takut akhirnya mengikuti kemauan si pelaku dan diboncengnya. 

Saat diperjalanan,  korban yang ketakutan berpapasan dengan salah satu gurunya dan berteriak minta tolong. Guru korban yang curiga akhirnya mengikuti laju motor muridnya yang  dibonceng.

"Di lokasi kejadian,  saat guru berteriak copet,  pelaku kaget. Motor yang ditunggangi oleng dan jatuh, " imbuh Bandriyo yang mengatakan kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Malang. 

Pelaku yang pecatan polisi ini sempat jadi bulan-bulan warga sebelum diamankan polisi yang saat itu berpatroli.  

“Pelaku yang dimassa dan bisa diamankan anggota,  kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan untuk pelaku satunya masih kami buru ,” terang Kapolres Malang.


Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan


Top