Social Media

Share this page on:

Pesona Arumi Bachsin Tetap Kuat Dalam Kampanye Sang Suami Walau Kondisi Tidak Fit

15-04-2018 - 19:00
Kondisi tidak fit, Arumi Bachsin terlihat beberapa kali menguap dalam kampanye sang suami Emil Dardak di wilayah Wagir, Minggu (15/04) (Nana/MalangTIMES)
Kondisi tidak fit, Arumi Bachsin terlihat beberapa kali menguap dalam kampanye sang suami Emil Dardak di wilayah Wagir, Minggu (15/04) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak bisa dielakkan,  keberadaan Arumi Bachsin dalam setiap kampanye pasangan nomor urut satu,  selalu menyedot perhatian masyarakat yang dikunjunginya. 

Hal ini pula yang terjadi saat sang suami Emil Dardak mengunjungi wilayah Wagir. Antusias masyarakat terhadap tokoh muda yang kini berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa, tidak lepas juga dari pesona sang istri. 

Walau sedang tidak bugar kondisi kesehatannya,  Arumi Bachsin setia mengawal sang suami dan larut dalam dialog dengan warga Wagir yang setia menunggunya. "Maaf lagi tidak fit tubuh, " kata Arumi,  Minggu (15/04). 

Arumi Bachsin saat dampingi Emil Dardak di Wagir. Walau kondisi tidak fit,  pesonanya tetap kuat menyedot perhatian masyarakat (Nana)

Kurang sehatnya Arumi memang terlihat dalam kampanye tersebut. Beberapa kali dirinya terlihat menguap lelah saat acara. Tapi,  antusiasnya mendampingi Emil patut diapresiasi saat awak media bertanya tentang persoalan yang dihadapi masyarakat Wagir. 

Misalnya,  saat seorang ibu menyampaikan curhatan atas semakin sulitnya mendapatkan daun pisang sebagai pembungkus lontong yang menjadi pekerjaan sehari-harinya. 

Arumi dengan antusias menjawab persoalan tersebut, walau dalam kondisi tidak fit. Menurutnya,  warga harus kembali untuk menggalakan budaya menanam tanaman yang bisa dijadikan kebutuhan sehari-harinya. 

"Rumah Pangan Lestari perlu digalakan lagi. Warga bisa menanam di pekarangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sehingga tidak tergantung pasar, " ujar Arumi. 

Arumi pun mencontohkan, saat harga cabai meroket tinggi berapa tahun lalu,  di Trenggalek tidak banyak masyarakat yang mengeluh atas kondisi tersebut. Hal ini dikarenakan di setiap pekarangan rumah warga ditanami pohon cabai,  minimal dua pohon. 

"Ini bisa dijadikan contoh juga dengan kasus ibu penjual lontong yang kesulitan mencari daun pisang tadi, " imbuhnya. 

Budaya menanam ini pun tidak hanya berlaku di wilayah perdesaan saja. Tapi di perkotaan pun saatnya rumah pangan lestari digalakkan. Bukan hanya untuk mencapai ruang terbuka hijau yang diatur regulasi minimal 30 persen dari peruntukkan wilayah yang ada saja. 

"Tapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jadi tidak harus disetir pasar untuk kebutuhan pokoknya, " ucap Arumi. 

Direncanakan untuk mendampingi sang suami melanjutkan agenda kampanye di rumah Dewan Penasehat DPW Nasdem Jatim dan dilanjut ke Sumberpucung dan Bantur. Arumi akhirnya harus menyerah dengan kondisi tubuhnya yang tidak fit. 


Pewarta : Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Angga .


Top