Social Media

Share this page on:

Jenazah Sempat Ditolak Warga, Pemkot Akhirnya Bantu Pemakaman Tunawisma Sebatang Kara

15-04-2018 - 21:25
Jenazah warga Kampung Topeng Desaku Menanti (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Jenazah warga Kampung Topeng Desaku Menanti (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Melayani masyarakat menuju peristirahatan terakhir adalah Motto Unit Pelaksana Teknis Tempat Pemakaman Umum (UPT TPU) Kota Malang. Motto yang menjadi cerminan UPT TPU ternyata bukanlah isapan jempol belaka. 

Hal tersebut dibuktikan dengan kepedulian UPT TPU dalam membantu, Supini, seorang wanita tunawisma sebatang kara, warga Kampung Topeng Desaku Menanti yang meninggal dan sempat ditolak warga sehingga kesulitan mendapatkan makam.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang Ir Diah Kusumadewi menginformasikan kepada kepala UPT TPU tentang kasus penolakan jenazah warga Kampung Desaku Menanti yang akan dimakamkan di pemakaman umum setempat.

"Info dari Bu Yuyun Kepala Dinas Sosial (Dinsos) warga Desaku Menanti ada yang meninggal dunia dan mau dimakamkan di sekitar Desaku Menanti ditolak warga. Saran Bu Yuyun dimakamkan di TPU Polehan tanpa bayar atau biaya,"jelas Takroni Kepala UPT TPU membacakan pesan Whatsaapp dari Plt Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman, Ibu Ir Diah Kusumadewi, Minggu (15/4/2018).

Mendapat info dari Plt Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut UPT TPU bertindak cepat dan segera mendatangi lokasi. Prosesi pemakaman akhirnya terlaksana dengan baik. 

"Saya dan empat staf saya langsung menuju ke sana melakukan koordinasi dengan warga setempat. Sempat terjadi perdebatan yang alot, karena warga tidak memperbolehkan orang luar dimakamkan di makam setempat," beber Takroni yang juga Kepala UPT Rusunawa tersebut.

 "Tetapi Alhamdulliah, semua berjalan lancar. Akhirnya warga mengizinkan jenazah Ibu Supini dimakamkan di pemakaman Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang dan kami antar menggunakan ambulance," imbuhnya.

Dijelaskan, UPT TPU Pemkot Malang tidak pernah setengah hati memberikan pelayanan kepada sesama tanpa membedakan kasta, golongan, latar belakang maupun status sosial. Bahkan dihari libur, pelayanan kepada masyarakat tetap yang utama.

"Kami sangat siap membantu masyarakat untuk urusan pemakaman dengan segala fasilitas yang mereka butuhkan seperti ambulance dan lainnya tanpa dipungut biaya sepeserpun. Semoga peristiwa hari ini menjadi pelajaran dan bisa diambil hikmahnya," pungkas Takroni.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .


Top