Social Media

Share this page on:

Stadion Kanjuruhan Rusuh, Ini Kata Kapolres Malang

16-04-2018 - 08:33
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung saat dijumpai usai kerusuhan (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung saat dijumpai usai kerusuhan (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Setelah kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung memberikan keterangan tentang apa yang terjadi saat Arema FC melawan Persib Bandung. 

Dari laporan yang ia terima, kerusuhan terjadi karena kesalahpahaman Aremania. Puncaknya pada menit ke 90, ribuan Aremania langsung menyerbu ke dalam lapangan dengan melempari kearah official Arema FC dan merusak beberapa fasilitas stadion seperti papan iklan LED, bench pemain dan kursi-kursi yang ada didalam stadion. 

"Ini murni kesalahpahaman. Akhirnya Aremania menyerbu ke lapangan," ucapnya. 

Lanjut Ujung, sesuai standar pengamanan adalah internal tim. Kemudian ketika mengamankan wasit, terjadi salah paham dari Aremania. 

"Mungkin Aremania mengira kami (Polisi) membela wasit. Padahal kan sesuai SOP, sudah kewajiban kami untuk mengamankan," imbuhnya. 

Sebelumnya, pihak keamanan sudah menghalau massa untuk tidak masuk kedalam lapangan, namun karena puluhan ribu yang lolos dan keterbatasan personil, kerusuhan tidak dapat dielakkan. 

Padahal, untuk mengamankan laga Persib Bandung, jumlah personil yang diterjunkan adalah 1375 anggota. "Itu tiga kali lipat dari pertandingan biasanya," jelasnya.


Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top