Social Media

Share this page on:

Kejamnya Jari Warganet, Penyanyi Asal Malang Dihujat Habis-habisan

16-04-2018 - 08:44
Pose penyanyi Yuni Shara yang banyak mendapat komentar dari ibu-ibu warganet. (foto: Instagram @yunishara36)
Pose penyanyi Yuni Shara yang banyak mendapat komentar dari ibu-ibu warganet. (foto: Instagram @yunishara36)

MALANGTIMES - Baru-baru ini postingan akun gosip terbesar di media sosial @lambe_turah memajang foto penyanyi asal Malang Yuni Shara beserta komentar-komentar dari warganet. 

Admin akun gosip tersebut yang dipanggil Minceu menuliskan di kolom keterangan foto: "Kejamnya ibu tiri dan ibu kota tak sekejam jari ibu-ibu". Ada apakah gerangan?

Ungkapan yang dilontarkan admin akun dengan 4,8 juta followers itu cukup beralasan. Pasalnya, Yuni dihujat habis-habisan oleh warganet yang berasal dari kalangan ibu-ibu. Komentar super-pedas itu ditunjukkan karena pose Yuni berikut.

Dalam pose tersebut, penyanyi kelahiran Batu 3 Juni 1972  ini memakai kain tradisional. Model pakaian yang cenderung terbuka buat ibu-ibu warganet nyinyir. Beragam komentar menghiasi foto unggahan kakak kandung Krisdayanti ini. 

Ibu-ibu dengan nama akun @maidahmanaf berkomentar bahwa pakaian yang dipakai oleh Yuni tidak mencerminkan bahwa dia pernah menjalankan ibadah suci umrah.

"Berkali-kali pergi umrah, bajunya masih kurang kain. Apa yang didapat di sana?" tulis wanita berhijab ini kepada Yuni.

Komentar lain juga datang dari ibu-ibu. Kali ini adalah @ainunnun79. "Kelihatan juga ya tuanya di bagian badan dan tangan walaupun mukanya tetap alus," kata dia.

Apa reaksi Yuni Shara? Rupanya penyanyi yang masih awet muda di usianya yang ke 46 tahun itu memilih bijak berkomentar. Satu per satu komentar pedas itu ia tanggapi.

"Terima kasih ibu atas perhatian ibu yang baik. Saya sedang memakai uos Batak, jadi justru kebanyakan kain ini hehe. Insya Allah ibu saya bertanggung jawab atas diri saya sendiri," tulis Yuni di salah satu kolom komentar warganet. (*)


Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top