Social Media

Share this page on:

Hapus Tato Gratis Pertama di Malang

Hapus Tato Gratis, Dinkes Kota Malang Siap Fasilitasi Pemeriksaan Tanpa Biaya

03-05-2018 - 13:10
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang beri dukungan penuh event Hapus Tato Gratis dalam pertemuan yang dilakukan bersama panitia
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang beri dukungan penuh event Hapus Tato Gratis dalam pertemuan yang dilakukan bersama panitia

MALANGTIMES - Event Hapus Tato Gratis yang diprakarsai media online MalangTIMES, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Mal Dinoyo City (MDC), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Islamic Medical Service (IMS) mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. 

Dinkes pun berencana membuka layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan atau tes darah HIV hingga Hepatitis. Para peserta yang terdaftar nantinya dapat melakukan pemeriksaan tersebut tanpa dipungut biaya apapun.

"Setelah nanti diketahui sudah sesuai dengan prosedur maka akan kami beri izin. Dan kami akan memberi layanan pemeriksaan secara gratis," urai Kepala Dinkes Kota Malang, Asih Tri Rachmi pada MalangTIMES, Kamis (3/5).

Menurut Asih, proses pemeriksaan darah tersebut juga harus disertai dengan konsultasi. Karena kesiapan dari masing-masing calon pasien perlu mendapat perhatian. Terlebih, banyak stigma yang kurang baik di kalangan masyarakat terkait pasien yang mengidap HIV/AIDS.

"Dan semua harus diperhatikan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bagi para pasien. Mereka juga harus melakukan konsultasi terkait kesiapan mental terhadap hasil tes nantinya," tambah Asih.

Sesuai dengan tujuannya, kegiatan Hapus Tato Gratis ini pun diharapkan mampu berdampak positif dan bermuara pada kebaikan. Termasuk juga dengan prosesnya yang ia harap mampu berjalan sesuai prosedur.

Dia pun menegaskan, pemeriksaan kesehatan itu akan digratiskan. Karena termasuk dalam program yang diselenggarakan Dinkes Kota Malang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Minimal, 15 puskesmas akan dilibatkan dalam pemeriksaan gratis tersebut.

"Setiap peserta akan disebar di 15 puskesmas terdekat. Sehingga proses pemeriksaan tetap berjalan dan tidak mengganggu aktivitas layanan kesehatan di masing-masing puskesmas yang ditunjuk," jelas perempuan berkacamata itu.

Menurutnya, pemeriksaan dan konsultasi untuk satu orang membutuhkan waktu antara 30 menit sampai satu jam. Sehingga dibutuhkan tempat pemeriksaan yang lebih banyak. 


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan


Top