Social Media

Share this page on:

Stop Berita Hoax Teroris, Korps HMI Wati (KOHATI) Badko Jatim Ambil Sikap

14-05-2018 - 14:05
Ilustrasi. Kohati Badko Jatim mengeluarkan lima sikap terhadap aksi teroris (Istimewa)
Ilustrasi. Kohati Badko Jatim mengeluarkan lima sikap terhadap aksi teroris (Istimewa)

MALANGTIMES -  Dukungan berbagai organisasi kemasyarakat atas tragedi bom bunuh diri para teroris di Surabaya dan Sidoarjo, terus bermunculan.

Hal ini sebagai bentuk dukungan nyata bahwa seluruh masyarakat Indonesia bertekad untuk melawan dan tidak takut terhadap teror tersebut. 

Hal ini kembali terlihat di tubuh Korps Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Wati (KOHATI) Badan Koordinasi (Badko)  Jawa Timur (Jatim) yang secara tegas melalui sikapnya menolak tunduk atas tindakan teror tersebut. 

"Ada lima sikap yang kami sampaikan dalam menyikapi aksi teror tersebut. Kami siap mendukung penuh pihak kepolisian dalam mengusut tuntas tragedi berdarah tersebut, " kata Nadhia Maria Ulfa Ketua Umum Kohati Badko Jatim,  Senin (14/5/2018). 

Salah satu sikap selain mendukung pihak kepolisian adalah menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dengan tidak menyebarkan berita hoax berupa tulisan, foto-foto korban, dan sebagainya yang memicu provokasi dan propaganda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

"Hal ini menjadi penting agar tidak terjadi kekalutan dalam masyarakat dengan berbagai berita hoax," ujar Nadhia. 

Secara lengkap inilah sikap Kohati Badko Jatim yang dilansir secara lengkap kepada MalangTIMES. 

1. Mengecam segala aksi terorisme, apalagi dengan mengkaitkan isu agama di dalamnya. Tidak ada ajaran dalam agama apapun untuk saling menghancurkan dan membunuh sesama. Seluruh agama mengajarkan rasa kasih sayang dan saling hormat menghormati antar umat.

2. Mendukung segala upaya kepolisian Republik Indonesia dalam mengusut tuntas tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo. 

3. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut berartisipasi aktif dengan tidak menyebarkan berita hoax berupa tulisan, foto-foto korban, dan sebagainya yang memicu provokasi dan propaganda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

4. Mengajak segenap akademisi dan kaum perempuan untuk berkontribusi dalam memberikan edukasi sebagai upaya menangkal pemahaman radikalisme serta bibit bibit terorisme berkembang di Indonesia. 

5. Mendorong perempuan Indonesia dalam memperkuat peran domestik dengan menjaga dan menciptakan rasa aman di dalam keluarga sehingga tercipta keluarga yang berkualitas, sakinah, mawaddah, warohmah dan menjadi solusi atas dinamika sosial yang ada. 

Nadhia menegaskan, lima sikap tersebut sebagai bentuk keberpihakan dan pernyataan tegas bahwa,  segala bentuk terror tidak dibenarkan oleh agama manapun. "Karena perbuatan teror adalah bentuk perbuatan biadab yang tidak perikemanusiaan," tegasnya. 


Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES


Top