Social Media

Share this page on:

Perwira Menengah Ini Nekat Peluk Anak Terduga Teroris di Bom yang Baru Meledak

14-05-2018 - 14:46
Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Roni Faisal dengan heroiknya menyelamatkan anak terduga teroris yang menyerang Polrestabes Surabaya (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)
Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Roni Faisal dengan heroiknya menyelamatkan anak terduga teroris yang menyerang Polrestabes Surabaya (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)

Aksi heroik dilakukan oleh Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Roni Faisal, Senin (14/5/2018). Perwira menengah dengan pangkat dua melati ini nekat memeluk anak seorang terduga teroris yang berhasil selamat.

Padahal, saat itu terjadi kepanikan luar biasa di halaman Polrestabes Surabaya. Dikhawatirkan masih ada sisa bom yang belum meledak maupun bisa saja anak tersebut dijadikan tumbal dengan membawa bom pinggang oleh orang tuanya.

Namun, saat terlihat masih ada korban selamat Roni nekat mendekat di tempat kejadian. Tanpa pikir panjang dia lalu memeluk dan membopong anak itu untuk diselamatkan.

Roni menyampaikan satu hal yang dipikirkannya saat itu. "Cuma satu kemanusiaan saja. Dan rasa iba karena melihat korban penuh darah," singkatnya.

Dari rekaman CCTV anak tersbut dibonceng kedua orang tuanya menggunakan sepeda motor. Sementara ada satu motor dibelakang motor yang ditumpangi anak tersebut.

Kedua motor itu dihambat lajunya untuk diperiksa oleh petugas jaga berpakaian lengkap dengan senjata.

Bersamaan dengan itu, bom meledak sebanyak dua kali diarea penjagaan. Bersamaan dengan terkaparnya terduga pelaku dan empat anggota polisi berjaga serta satu petugas jaga parkir.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan penyerangan di Polrestabes Surabaya adalah serangan bom bunuh diri. Bom bunuh diri itu kembali dilakukan oleh satu keluarga. Dengan menggunakan dua kendaraan berbeda berjenis Honda Beat L 6629 NN dan Honda Supra L 3559 D.

"Kita sudah identifikasi kejadian pagi tadi, pukul 09.04 WIB di depan Polrestabes adalah bom bunuh diri pakai motor dan bahan peledak," jelas Jenderal Pol Tito Karnavian saat konferensi pers di Media Center Polda Jatim, Senin (14/5/2018).

Keluarga tersebut berjumlah lima orang, empat di antaranya tewas di tempat dan satu anak kecil kelahiran 2010 dalam kondisi luka.

"Mereka satu keluarga lagi dengan satu kartu keluarga yang sama. Empat orang meninggal dan yang anak kecil selamat, dirawat di RS Bhayangkara," imbuhnya.

Tito menjelaskan pelaku merupakan warga Krukah dan teman dekat dari pelaku pengebom tiga gereja. "Jadi korban ada empat dalam satu kartu keluarga. Identitas sudah kita temukan, biodata TM, alamat di Krukah dan masih ada pengembangan lain," jelasnya.

"Yang jelas kelompok ini sama dengan Dita. Mereka menguasai sel ini karena pimpinan mereka ditangkap," imbuh Tito.


Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Surabaya TIMES (Jatim Times Network)


Top