Social Media

Share this page on:

Dua Hari Awal Puasa Tempat Hiburan dan Rumah Makan Dilarang Operasi

15-05-2018 - 19:09
Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kota Batu Nur Yasin Muhtadi saat menunjukkan surat edaran di Balai Kota Among Tani, Selasa (15/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kota Batu Nur Yasin Muhtadi saat menunjukkan surat edaran di Balai Kota Among Tani, Selasa (15/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Selama dua hari pada pelaksanaan awal Bulan Ramadan 1439 H, seluruh pemilik tempat hiburan dan rumah makan di Kota Batu dilarang membuka usahanya. Namun rumah makan dan tempat hiburan bisa buka kembali setelah dua hari tersebut, namun harus mematuhi sesuai dengan peraturan yang diberlakukan.

“Seluruh pemilik tempat hiburan dan rumah makan diimbau menutup usahanya jelang Ramadan 1439 H hingga dua hari kedepan. Sesuai dengan surat edaran Wali Kota tempat hiburan dan restoran boleh buka lagi dua hari setelah penetapan awal Ramadhan 1439H ," katau Ketua majelis Ulama Indonesia ( MUI)  Kota Batu Nur Yasin Muharadi, Selasa (15/5/2018).

Setelah dua hari dilarang untuk membuka tempat usaha, tetapi selama bulan Ramadan untuk tempat hiburan, karaoke, dan panti pijat jam operasionalnya dibatasi mulai pukul 20.00 WIB hingga dengan pukul 24.00 WIB. 

“Imbauan itu sesuai dengan surat edaran terkait waktu operasional tempat hiburan malam,  restoran, panti pijat, dan rumah makan. Surat edaran ini berlaku mulai awal Bulan Ramadhan sampai dengan Idul Fitri 1439 H,” imbuhnya.

“Karena sudah ada surat edaran, harus bisa mematuhi jam yang sudah tertera dalam edaran tersebut. Jangan sampai melanggar,” ujar Nur Yasin.

Ia menjelaskan walaupun diberi kesempatan untuk membuka kembali, tetapi agar tetap mematuhi peraturan yang sudah ada di surat edaran tersebut.

Tidak hanya itu saja, penggunaan pengeras suara untuk kegiatan ibadah di Musala atau Masjid, maksimal hingga pukul 22.00 WIB. 

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan surat edaran yang diberikan kepada tempat hiburan, rumah makan, panti pijat dan sebagainya itu untuk kenyamanan masyarakat Kota Batu dalam melaksanakan ibadah puasa. Karena itu surat edaran diberikan agar mematuhi peraturan tersebut.

Selain itu, bagi warung-warung makan kecil bisa membuka warung di pagi atau siang hari. Tetapi juga harus saling menghormati dengan menutup sedikit pintu atau diberi tirai.

“Yang buka siang atau pagi ditutup pintunya sedikit atau tirainya untuk saling menghormati,” jelasnya.


Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Alfin Fauzan


Top