Social Media

Share this page on:

Terlibat Korupsi Pengadaan Buku, Empat Pejabat VEDC dan Satu Rekanan Ditahan Kejari

17-05-2018 - 10:30
Kasi Pidsus Kejari Malang Rakhmad Wahyu (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasi Pidsus Kejari Malang Rakhmad Wahyu (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah menahan Kabid Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Syamsul Arifin, Kejaksaan Negeri Malang (Kejari) kembali menunjukan ketegasannya. Senin (14/5/2018), kejari menahan empat pejabat Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE) atau VEDC Malang serta satu rekanan.

Kepala Kejari Malang Amran Lakoni melalui Kasi Pidsus Rakhmad Wahyu mengatakan bahwa lima orang tersebut ditahan karena terlibat dalam kasus korupsi pengadaan barang untuk modul pelatihan guru K13 tahun 2015 silam. "Ya tersangka akan titipkan di Lapas Lowokwaru. Nanti akan penahanan selam 20 hari ke depan. Nantinya bisa diperpanjang lagi," ungkapnya.

Kelima tersangka yang ditahan tersebut yakni Sugiarta, pejabat pembuat komitmen (PPK); Suprayitno; Ketut; Aziz dan satu rekanan bernama Khamim.

Menurut Wahyu, modus para tersangka melakukan korupsi adalah dengan melakukan pengurangan spesifikasi pada buku yang diadakan. Misalnya dalam penyampulan, yang seharusnya empat buku sendiri-sendiri, namun dijadikan satu. 

Pemangkasan tersebut tidak terdapat pada adendum. Adendum dibuat malah setelah kasus ini berjalan pada pemeriksaan. "Kasus ini sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun lalu. Surat perintah dimulainya penyelidikan (SPDP) tahun 2015, berkas lengkap (P21) tanggal (5/4). Pelimpahan atau tahap 2 Senin (14/05) dan dilakukan penahanan," jelasnya.

Dari kasus korupsi tersebut, kerugian yang diderita oleh negara sebesar Rp 312 juta. Namun, untuk uang tersebut, sudah ada iktikad baik dari para tersangka. Mereka sudah mengembalikan ke kas negara.

"Meskipun begitu, pengembalian itu tidak menghapuskan atau menggugurkan pidananya. Hal tersebut bisa saja menjadi pertimbangan untuk meringankan hukuman para pelaku," bebernya.

Sementara itu, ketika pihak VEDC dihubungi dan coba dikonfirmasi, belum ada yang memberikan jawaban dan konfirmasi resmi. (*)


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES


Top