Social Media

Share this page on:

Sempat Imbang dengan Petahana Rektor UB, Perolehan Suara Prof Nuhfil Berakhir Telak

23-05-2018 - 21:32
Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS (Pipit Anggraeni)
Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Sempat imbang dengan petahana Rektor Universitas Brawijaya (UB) yaitu Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS, perolehan suara Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS, pada akhirnya berakhir telak.

Karena pada hasil perhitungan rapat pleno tertutup pemilihan Rektor UB tahap pertama keduanya sama-sama memperoleh suara 77. 

Sedangkan kontestan ke tiga yaitu Dr. Ir Osfar Sjofhan, M.Sc mendapat enam suara dan satu suara untuk calon rektor ke empat yaitu Dr Tjahyo Suprayogo.

Sementara pada rapat pleno tertutup yang diselenggarakan pada Rabu (23/5/2018) di Gedung Widyaloka UB menunjukkan hasil yang berbeda. Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS memenangkan kursi Rektor UB dengan memperoleh sebanyak 159 suara.

Kemudian Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS, mendapatkan 93 suara, empat suara untuk Dr. Ir Osfar Sjofhan, M.Sc dan satu suara dinilai tidak sah karena rusak.

Berbeda dengan rapat pleno tertutup pertama, rapat pleno yang berlangsung pada Rabu (23/5/2018) sore itu diikuti oleh perwakilan dari Kemenristek Dikti. Total ada 169 senat yang hadir dalam rapat tertutup itu dengan 90 suara menteri. 

Jumlah suara tersebut 35 persen berasal dari suara menteri dari jumlah senat yang hadir dan sisanya adalah hak suara bagi senat yang hadir dalam rapat pleno tertutup tersebut. 

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Intan Ahmad yang hadir mewakili Menteri Ristek Dikti menjelaskan jika proses pemilihan yang berlangsung di UB termasuk patut dicontoh. Karena proses pemilihan dapat berjalan sangat baik. 

"Mengingat UB juga merupakan salah satu kampus terbesar di Indonesia," terangnya.

Rektor UB terpilih, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS, menyampaikan, pasca terpilih, ia masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan. Salah satu yang paling mendasar adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Karena saat ini, SDM UB terbilang masih dalam kategori rendah. Menurutnya, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mendongkrak kualitas SDM UB. Diantaranya melalui program percepatan doktor dan profesor.

"Kalau perlu nanti diadakan klinik jurnal, supaya upaya meningkatkan SDM lebih mudah lagi," urainya pada wartawan.

Tantangan lain yang menantinya juga peningkatan kualitas kampus dalam persaingan Asia. Lantaran saat ini, globalisasi mau tak mau harus menjadi jawaban tersendiri untuk akademisi UB dan kampus pada umumnya.

Sebelumnya, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS mengatakan jika di akhir jabatannya nanti ia akan menyerahkan beberapa catatan dan progres selama masa kepemimpinannya.

"Nanti akan ada memo untuk pak rektor yang baru untuk dipeljari. Jika masih bisa dilanjutkan saya harap akan dilakukan, tapi semua tergantung kebijakan yang dibuat," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan jika beberapa PR yang ia nilai perlua dilanjutkan adalah peningkatan SDM serta laboratorium. Selain itu juga meningkatkan reputasi dan reformasi di dalam tubuh kampus.


Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top