Social Media

Share this page on:

Hati-Hati Peredaran Uang Palsu, Simak Rekomendasi Bank Indonesia Malang

26-05-2018 - 16:21
Ilustrasi mengecek tanda air dalam uang rupiah. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi mengecek tanda air dalam uang rupiah. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tradisi galak gampil atau angpau lebaran masih banyak ditemui di Malang Raya saat perayaan Idul Fitri. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) Malang mengimbau agar masyarakat berhati-hati melakukan penukaran uang baru. Terlebih, pada bulan puasa seperti saat ini, penukaran uang secara ilegal memang kerap bermunculan. 

Mengantisipasi hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang bekerja sama dengan perbankan melakukan layanan penukaran uang pecahan kecil. Nantinya, layanan akan dipusatkan di titik-titik keramaian maupun di kantor bank. Tujuannya, untuk  menghindari potensi munculnya penukaran uang secara ilegal dan risiko uang palsu.

Kepala KPBI Malang Dudi Herawadi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh bank yang berada di wilayah BI Malang. "Untuk penukaran uang di kantor jaringan perbankan, dapat dilakukan di 74 kantor bank umum dan 50 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo," ujar Dudi.

Untuk kegiatan penukaran uang, baik melalui kantor bank yang telah bekerja sama dengan BI maupun melalui kegiatan kas keliling, akan dilayani oleh 14 kendaraan. Rencananya, layanan akan dimulai pada 28 Mei hingga 8 Juni mendatang.

"Untuk penukaran uang melalui kas keliling di Kota Malang, akan dipusatkan di lapangan parkir Stadion Gajayana (Mall Olympic Garden) mulai pukul 09.00 hingga selesai," terangnya. 

Selain itu, Dudi mengimbau agar masyarakat menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi. Baik yang dilakukan oleh BI, perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI. "Tentunya ini untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih," tegasnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan menggunakan uang. Masyarakat  juga diminta untuk selalu cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang rupiah.

 


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top