Social Media

Share this page on:

Pemerintah Gelar Operasi Pasar, Bikin Harga Komoditas Terkendali

28-05-2018 - 10:02
foto istimewa
foto istimewa

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berupaya mengendalikan harga bahan pokok sepanjang Ramadan 1439 H tahun ini. Salah satunya melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah. Kegiatan itu akan dilaksanakan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Bulog Malang, dan Bank Indonesia (BI) Cabang Malang. 

Disdag bekerja sama dengan Bulog mengadakan pasar murah pada 1 Juni mendatang di halaman Balai Kota Malang. Sebelumnya, juga digelar operasi pasar pada 21 hingga 28 Mei 2018. Ada empat komoditas yang dijual, yakni beras, minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir. Operasi pasar (OP) itu dilakukan di sejumlah pasar di Kota Malang. 
"Mulai 21 Mei lalu di Pasar Dinoyo. Kami menjual barang langsung ke pembeli. Namun ada juga yang dijual ke pedagang pasar," ujar Kepala Bulog Sub-Divre Malang Fachria Latuconsina. 

Beras medium dijual seharga Rp 8.500. Kemudian minyak goreng seharga Rp 11.800, gula pasir Rp 11.500, dan tepung terigu Rp 7.100 per kilogram.  
Fachria menambahkan, kegiatan rutin itu bekerja sama dengan Disdag Kota Malang. Operasi pasar itu merupakan rangkaian dari gerakan stabilisasi pangan (GSP). "Selain kami jual ke pedagang, juga didistribusikan ke rumah pangan sehingga masyarakat bisa membeli langsung ke rumah pangan," lanjutnya. 

Fachria mengakui saat ini tidak ada gejolak harga. Dari pantauan, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok juga stabil. Meski begitu, kegiatan operasi pasar tetap digelar. "Biar variasi pilihan untuk pembeli makin banyak," imbuhnya. 

Selain bekerja sama dengan Disdag Kota Malang, Bulog Malang juga bekerja sama dengan pemerintah daerah yang lain di wilayah kerja Bulog Malang. Secara terjadwal, Bulog Malang bakal menggelar pasar murah dengan pihak Kabupaten Pasurua, Kota Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. 

Sementara itu, BI Malang juga bakal menggelar pasar murah di wilayah kerjanya. "Memang dari pantauan beberapa hari terakhir, harga-harga relatif terkendali. Memang ada kecenderungan kenaikan harga beberapa komoditas, namun tidak banyak. Kami juga sudah rakor (rapat koordinasi) dengan satgas pangan. Yang kami pantau juga adalah distribusi pangan jangan sampai ada gangguan," ujar Kepala BI Malang Dudi Herawadi. 

Pasar murah BI bakal digelar pada 31 Mei hingga 1 Juni 2018. Pasar murah digelar di Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Dudi menambahkan, pasar murah tetap dilakukan sebagai upaya mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok. Sudah menjadi rahasia umum, permintaan kebutuhan bahan pokok ketika bulan Ramadan dan Lebaran akan naik. 

Di sisi lain, saat ini pengeluaran masyarakat juga meningkat menjelang Lebaran dan masa tahun ajaran baru anak sekolah. "Jadi pengeluaran masyarakat akan dobel. Puasa, Lebaran dan masuk anak sekolah serta tahun ajaran baru ditambah lagi adanya libur panjang. Tentu kami harus mengantisipasi itu. Harga harus tetap terkendali. Juga masyarakat tidak terlalu terbebani dengan harga-harga yang mahal saat pengeluaran banyak," pungkas Dudi. (*)


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan


Top