Social Media

Share this page on:

Pesantren di Kota Batu Ini Unik, Para Santrinya Fokus Diajari Budidaya Belatung

02-06-2018 - 10:36
Para santri saat mencampur maggot dengan sisa makanan dalam wadah di Pondok Raudhatul Madinah, Sabtu (2/6/2018) (Foto : Irsya Richa/BatuTIMES)
Para santri saat mencampur maggot dengan sisa makanan dalam wadah di Pondok Raudhatul Madinah, Sabtu (2/6/2018) (Foto : Irsya Richa/BatuTIMES)

Maggot atau yang lebih dikenal dengan belatung memang hewan yang cukup membuat banyak orang merasa menjijikkan. Namun di balik itu ternyata memiliki banyak manfaat.

Seperti halnya para santri dari Pondok Raudhatul Madinah bersama mahasiswa Universitas Brawijaya, yang memanfaatkan maggot sebagai pupuk untuk tanaman hingga pakan ternak dengan nutrisi yang cukup tinggi. 

Terlihat para santri yang didominasi usia 8-12 tahun itu antusias mencampurkan maggot ke dalam wadah yang berisikan limbah sisa makanan.

Tanpa ada rasa takut, sambil mengenakan sarung tangan plastik mereka menganduk maggot dengan sisa makanan itu. 

Kemudian wadah yang tercampur dengan maggot itu dibiarkan tetap terbuka agar lalat dapat masuk dan bertelur.

Maggot ini baik dikonsumsi untuk pakan ternak saat usianya 7 hari, selebihnya tidak baik.

“Jadi setelah didiamkan akan menghasilkan telur dan maggot akan memakan sisa makanan itu. Kemudian berkembang biak, dan sangat bagus ketika sudah usai 7 hari,” ujar Koordinator jurusan Antropologi UB Nurul Rodiyah, Sabtu (2/6/2018).

Saat di hari ke-7 itu protein pada moggot itu bagus dikonsumsi oleh hewan ternak. Tetapi jika melebihi usia 7 hari lebih baik tidak dikonsumsi. 

Menurut Nurul kegiatan ini merupkan edukasi sistem pertanian terpadu dalam mewujudkan pondok berdikari dan zero waste.

Dalam mewujudkan hal tersebut, timnya memberikan penyuluhan budidaya maggot untuk memberdayakan SDM santri pondok Raudhatul Madinah. 

“Visi dan misi di sini fokus enterpreneur dalam bidang sistem pertanian terpadu, sehingga kami mengajak santri-santri untuk membudidayakan maggot,” ungkap Nurul.

Terlebih lahan yang dimiliki pondok tersebut cukup luas dan banyak tanaman sehingga sangat bermanfaat untuk budidaya maggot.

Apalagi di sana juga beberapa tahun terakhir membudidayakan kambing untuk mewujudkan jiwa enterpreneur dan agrowisata.

“Apalagi di sini mereka juga membudidayakan kambing dan sudah banyak. Karena itu kami mengajak adik-adik ini agar bisa berkembang lagi,” imbuhnya. 

Sekaligus memberikan pengetahuan bahwa pupuk tidak hanya kimia tetapi pupuk organik yang bahannya mudah dicari di sekelilingnya. Tidak hanya diberi pengetahuan cara membuatnya, tetapi nantinya mereka juga diajak berwirausaha dari hasil budaya maggot.

Sementara itu, Pengelola Pondok Raudhatul Madinah Zainulah Anwar menjelaskan dengan memberikan pengetahuan cara membudidayakan maggot itu sangat bermanfaat untuk anak didiknya terlebih diusia mereka yang masih dini. Supaya jiwa enterpreneur dan kreativitas semakin berkembang dan termotivasi untuk lebih maju. 

“Supaya anak-anak ini terdorong lebih mandiri, mampu menciptakan sesuatu hal yang bermanfaat,” kata Zain.


Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Batu TIMES (Jatim TIMES Network)


Top