Social Media

Share this page on:

Jika Terpilih, Paslon SAE Janji Komitmen Pertahankan RTH 20 Persen

06-06-2018 - 09:48
Calon Wakil Wali Kota Malang dari SAE, Sofyan Edi Jarwoko (SAE)
Calon Wakil Wali Kota Malang dari SAE, Sofyan Edi Jarwoko (SAE)

MALANGTIMES - Dibandingkan dengan kondisi 10 tahun lalu, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang saat ini memang terus berkurang.

Hal tersebut seiring dengan bertambahnya lonjakan penduduk dan pembangunan di Kota Malang.

Namun dari pandangan para pemerhati lingkungan, hal tersebut disebabkan pembangunan yang melenceng dari tata ruang yang sebelumnya sudah disepakati.

Dampak negatif akibat tingginya aktivitas pertumbuhan penduduk dan pembanguan seperti, pembangunan industri menjadikan peningkatan suhu udara, kebisingan, debu, polutan, kelembaban menurun, dan hilangnya vegetasi dan RTH.

Selain itu, kondisi tersebut juga menyebabkan hilangnya habitat berbagai jenis burung dan satwa lain.

Tak hanya itu, setiap musim hujan tiba, banjir pun melanda dan mengenangi beberapa titik di Kota Malang.

Menurut Perda RTRW, RTH 20 persen bisa dipenuhi pada 2031.

Paslon SAE menginginkan pemenuhan target ini bisa dipercepat misalnya dengan memanfaatkan lahan kanan-kiri jalan dan sepanjang bantaran sungai untuk kawasan hijau agar terhitung sebagai RTH publik.

"Pemkot bisa menerbitkan Kebijakan Hijau (Green Policy) setidaknya untuk luas tanah tertentu milik penduduk dapat diimbau menyisakan 20% untuk ruang terbuka hijau dengan pengawasan yang ketat," ujar Bung Edi.

Solusi lain yang bisa lebih cepat untuk mencapai target, yaitu dengan membeli lahan milik warga oleh Pemkot.

Untuk itu paslon SAE akan berikhtiar mencari sumber dana guna mewujudkan RTH 20 persen sebagaimana diamanatkan Undang-Undang.

Sutiaji maupun Bung Edi selalu mengajak masyarakat bermusyawarah dalam setiap kali agenda blusukan. Termasuk untuk mengidentifikasi lahan tidur yang memungkinkan untuk meningkatkan luasan RTH.

"Pasangan SAE komitment untuk menjadikan RTH sebuah eleman penting menuju Malang SAE," ungkap Bung Edi.

Dilanjutkan Bung Edi, dari luas area total saat ini 110,06 km persegi, baru 13 persen yang digunakan sebagai RTH publik.

Padahal, Undang-Undang RI nomor 26 tahun 2007 tentang Pemetaan Ruang mengharuskan RTH publik sebesar 20 persen dari total wilayah.

Saat ini aset RTH yang masih dimiliki Kota Malang tersedia di Lapangan Rampal dan beberapa taman kota yang luasnya tidak sebanding dengan luas bangunan yang ada dengan makin menjamurnya ruko dan pusat perbelanjaan.

Karenanya, konsistensi pemerintah kota untuk mempertahankan RTH harus benar-benar dimaksimalkan.

Hal itu tentu untuk menjaga kawasan Kota Malang tetap seimbang meskipun terdapat pembangunan yang memang terus berlanjut.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES


Top