Social Media

Share this page on:

Bung Edi: Saya Ingin Kota Malang Maju Menjadi Kota Metropolitan

07-06-2018 - 14:18
Bung Edi yang sambang ke Kawasan Kelurahan Kasin (Foto: Tim Pemenangan Pasangan SAE for MalangTIMES)
Bung Edi yang sambang ke Kawasan Kelurahan Kasin (Foto: Tim Pemenangan Pasangan SAE for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Banyak anak muda yang terjebak pada budaya imitatif, yaitu meniru perilaku kaum muda yang lebih cenderung eksklusif dengan kelompok masing-masing yang tidak jarang mengarah pada aksi vandalisme.

Perilaku ini nampak pada aksi pemuda yang mencorat-coret bagian dinding rumah dan tempat-tempat umum serta fasilitas-fasilitas publik dengan tulisan-tulisan yang hanya mengotori lingkungan.

Coretan yang dianggap karya seni bukan saja dilakukan di ruang terbuka atau di tepian jalan raya, melainkan juga berbentuk tattoo lukisan yang menggambarkan eksistensi mereka sebagai anggota komunitas ataupun kumpulan geng  yang itu dipandang negatif oleh warga kota yang mencintai keindahan dan kebersihan.

Problema ini tak lepas dari perhatian paslon SAE, Sofyan Edi Jarwoko yang mendiskusikannya dengan warga Kasin dalam acara anjangsana dan berbuka bersama di lapangan pelataran Balai RT 11 Jl. Arif Margono Gang 6, RT 11 RW 7, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, (7/6/2018).

Menurut Sofyan Edi Jarwoko, calon Wakil Wali Kota Malang dari paslon nomer urut tiga ini, di tengah perjalanan menuju kota metropolitan, Malang memang dihadapkan pada berbagai tantangan terutama berkaitan dengan serbuan budaya asing melalui media sosial yang banyak bertetangan dengan tatakrama Indonesia. 

Oleh karena itu Bung Edi menyampaikan keinginannya agar pelatihan Pancasila dan kewarganegaraan tetap ada pada kurikulum pendidikan. Demikian juga pendidikan sosial budaya dan budi pekerti yang mendalam agar anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara sosial dan spiritual, tinggi tata kramanya dan santun tingkah lakunya.

“Saya ingin Kota Malang maju menjadi kota Metropolitan namun warganya tidak meninggalkan budaya ke-Malangannya, tetap berbudi luhur dan menjaga tata krama sebagai warga bumk Arema," Ujar Bung Edi 

Selain itu, tentunya, Para pemuda diharapkan bisa memanfaatkan waktu dengan hal positif, dimana misalkan mereka yang sudah mempunyai jenjang pendidikan bisa menerapkannya untuk berwirausaha dan tidak terpaku pada bagaimana caranya menjadi pegawai atau karyawan.

Dengan begitu, hari-hari mereka terisi dengan hal-hal positif yang menimbulkan semangat wirausaha dan munculnya kreativitas, inovasi serta bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.

“Anak-anak kita yang memiliki keinginan berwirausaha harus kita fasilitasi, malah kami ingin memupuk dan meningkatkan jiwa kewirausahaan para pemuda di Kota Malang. Pemerintah harus berperan mengawalinya dengan memberi pelatihan lalu memfollow up dengan memfasilitasi bantuan alat dan modal,” pungkas Bung Edi.


Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah


Top