Social Media

Share this page on:

Hampir 20 Jam Berpuasa, Simak Perjuangan Muslim Indonesia Saat Berada di Jerman

08-06-2018 - 06:41
Umat muslim Indonesia dan dari berbagai negara tengah berbuka puasa bersama di masjid Al-Falah atau IWKZ Berlin, Jerman (foto: Iwa Sobara for MalangTIMES)
Umat muslim Indonesia dan dari berbagai negara tengah berbuka puasa bersama di masjid Al-Falah atau IWKZ Berlin, Jerman (foto: Iwa Sobara for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bulan Ramadan tahun ini sudah menginjak minggu terakhir. Bulan Ramadan di Jerman tahun ini cukup ekstrem karena umat muslim  harus berpuasa selama hampir 19 jam sehari. Hal itu tapi tidak menyurutkan semangat ibadah umat muslim Indonesia khususnya yang sedang bermukim di Berlin, Jerman.

Tidak jauh berbeda dengan kegiatan yang dilakukan muslim di tanah air saat Ramadan, umat muslim Indonesia di Berlin mengisi kegiatan sehari-hari dengan berbagai kegiatan ibadah. Setiap hari Masjid Al-Falah yang terletak di Feldzeugmeisterstraße 1, Berlin, selalu diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. 

Masjid Al-Falah didirikan pada tahun 1986. Masjid ini dikenal juga dengan nama Indonesisches Weisheits- und Kulturzentrum e.V. atau IWKZ, yaitu semacam Pusat Kajian Budaya Indonesia khususnya masalah Islam. Masjid ini dapat menampung sekitar 100 orang untuk salat berjamaah.  

Khusus di bulan Ramadan hari-hari di Masjid Al-Falah diisi dengan kegiatan seperti Kibas atau Kajian Ba'da Subuh selama Ramadan. Berbagai tema dikaji setiap harinya, di antaranya Siroh Nabawiyyah, serta Sejarah Nabi dan Khilafiyah. Jamaah yang tidak dapat langsung datang ke masjid dapat menyaksikan melalui Live Instastory Instagram @IWKZ.

Ada pula Kajian Menjelang Magrib selama Ramadan (Karib). Tafsir Juz ke-28 menjadi fokus bahan kajian Karib untuk tahun ini. Selain itu, pengurus masjid juga menawarkan Pengajian Pemuda yang membahas tema seputar Fiqih Keluarga dan sekelumit kehidupan pranikah. Tidaklah heran, karena banyak mahasiswa muslim Indonesia yang tengah menempuh studi di berbagai kampus kenamaan di ibukota Jerman ini. Tidak ketinggalan pula pengajian serta tadarus Al-Qur’an untuk pemudi.

Untuk kaum ibu, pengurus masjid memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengikuti pengajian ibu-ibu (Ummul Falah) setiap hari rabu dan kamis. Sementara itu, untuk pengajian bapak-bapak (Al-Hisab) digelar setiap hari minggu sore. Bagi anak-anak usia TK, ada Taman Pendidikan Al-Quran untuk anak-anak. Mereka belajar mengenai fiqih, tata cara salat, serta hafalan surat-surat Al-Quran.

Nuansa Ramadhan di tanah air masih dapat tetap terasa ketika muslim Indonesia menghabiskan waktunya di Masjid Al-Falah atau IWKZ Berlin ini. Kegiatan-kegiatan Ramadan 1439 H di sini sebetulnya hampir sama dengan bulan Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Mereka dapat berbuka puasa bersama setiap hari, Salat Tarawih berjamaah, dan makan sahur bersama. Tahun ini Masjid Al-Falah mengundang Ustadz Muhibudin dari Indonesia sebagai penceramah dan narasumber berbagai kajian selama bulan Ramadan.

Hal tersebut juga diungkapkan salah satu Jamaah, Harry Rizky, anak rantau Minang yang juga mahasiswa master di Technische Universität Berlin. Meskipun jauh dari kampung halaman, nuansa Ramadhan di Berlin masih terasa hangat, karena IWKZ bisa memberikan fasilitas kajian-kajian Islam selama Bulan Ramadan bagi jamaah muslim Indonesia.

"Bertemu dengan teman-teman perantau, ikut merayakan kegiatan-kegiatan Ramadan dari mulai sahur sampai tarawih berjamaah bisa kita temukan di sini,“ tutur Harry.

Menariknya adalah panitia Ramadan di sini terdiri dari anak-anak muda. Mereka bertugas di bawah arahan Muhammad Juan Akbar. Buka puasa bersama setiap hari dapat terselenggara berkat sumbangan dari para donatur. Untuk masalah zakat, infaq dan fidyah masjid Al-Falah atau IWKZ Berlin bekerja sama dengan PKPU Indonesia serta KBRI Berlin. 

Jadi, tidak ada alasan umat muslim di sini rindu akan nuansa Ramadan di tanah air. Puasa ekstrem selama hampir 20 jam juga bukan kendala untuk mereka bermalas-malasan. Sebaliknya, hal itu merupakan tantangan tersendiri terlebih di tengah cuaca musim semi menuju musim panas seperti saat ini.


Pewarta : Iwa Sobara
Editor : .
Publisher : Raafi Prapandha


Top