Social Media

Share this page on:

Serba Serbi Ramadan 1439 H

Pembuat Kue Kering Skala Rumah Tangga Dapat Berkah Bulan Puasa

08-06-2018 - 14:12
Kue kering menjadi salah satu sajian khas lebaran, peminatnya yang tinggi membuat produsen skala rumah tangga pun ikut meraup untung. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kue kering menjadi salah satu sajian khas lebaran, peminatnya yang tinggi membuat produsen skala rumah tangga pun ikut meraup untung. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kehadiran macam-macam kue kering menjadi salah satu bagian yang khas pada momen lebaran. Toples-toples berisi putri salju, nastar, kastengel, kue coklat dan lain-lain seperti memeriahkan suasana silaturahmi saat hari raya. Imbasnya, para pembuat kue kering skala rumah tangga pun kebanjiran pesanan karena tingginya minat masyarakat.

Beberapa pembuat kue kering mengungkapkan adanya peningkatan permintaan yang cukup signifikan. Salah satunya seperti yang dialami oleh Ninit Yunita, produsen kue kering Hima Kitchen di Jalan Hamid Rusdi. Ninit mengaku selama ini hanya membuka order selama bulan Ramadhan. "Tahun ini pesanan Alhamdulillah meningkat karena mulai dijual online. Kalau dulu hanya ditawarkan melalui Facebook ke teman-teman," ujar Ninit.

Setiap hari, dia memproduksi rata-rata 12 toples kue kering beragam varian. "Sejak minggu kedua puasa sudah close order karena kan masih skala rumah tangga. Kalau dijumlah yaa total produksi sekitar 500 toples kue kering," tuturnya. Tahun ini, rata-rata kue keringnya dibanderol Rp 40 ribu per toples. Penjualannya pun tak hanya di Malang Raya, melainkan juga dikirim ke Surabaya dan sekitarnya.

Pemilik industri rumahan kue kering Cempaka Cookies, Endang Susilowati juga mengungkapkan kenaikan permintaan. Pada pertengahan puasa ini, dirinya menerima orderan hingga 25 kilogram kue per hari. Padahal, pada hari-hari biasa hanya mencapai 4 kilogram per hari. "Hari-hari biasa 4 kilogram. Hanya melayani yang pesan saja, itupun jarang," ujarnya. 

Ada beberapa jenis kue kering yang dibuat oleh Endang beserta empat karyawannya pada saat bulan Ramadan ini. Yakni, nastar, kastengel, putri salju, coco chip, dan kue kacang. Endang mengatakan, dalam sehari dirinya bisa memproduksi kue kering hingga 25 kilogram. "Per hari satu macam. Bisa sampai 40 toples," kata dia.

Harga per toplesnya pun beragam. Dia membanderol mulai dari harga Rp 30 ribu sampai Rp 70 ribu. Selain itu, dia juga menerima orderan secara kiloan. "Kalau pesenan per kilo mulai Rp 70 ribu sampai Rp 140 ribu," lanjutnya.  Tahun ini, lanjut Endang, dirinya mengaku menaikkan harga kue keringnya, yakni sebesar Rp 5 ribu. Hal itu dikarenakan kenaikan harga beberapa bahan pokok. "Telur, keju, dan mentega naik," jelasnya. 

Endang menyampaikan, pesanan kue kering tahun ini terbilang sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu bisa jual 257 kilogram sebulan. Kalau sekarang, hingga pertengahan puasa ini baru 130 kilogram yang terjual," terangnya. Nantinya, Endang akan menutup pesanan pada H-7 lebaran.

Sementara pemilik Trissa's Baking Boutique, Trissa Rizky yang melayani kue kering premium mengungkapkan tahun ini dirinya menawarkan sembilan varian kue kering. Di antaranya nastar original dan keju, kastengel, choco crunch, cheesy cornflakes, cheese balls, peanut butter cookies, black nastar dan puppy. "Tiap varian kami batasi produksi 15 kilogram. Dijualnya per setengah kilogram Rp 110 ribu," paparnya.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Alfin Fauzan


Top