Social Media

Share this page on:

Serba Serbi Ramadan 1349 H

Cantiknya Toples Kue Lebaran Berhias Lukisan Motif Batik

09-06-2018 - 07:24
Dyah Rachmalita terlihat sibuk menghias toples-toples kaca di galeri Lita Glass Painting untuk memenuhi pesanan toples kue lebaran. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Dyah Rachmalita terlihat sibuk menghias toples-toples kaca di galeri Lita Glass Painting untuk memenuhi pesanan toples kue lebaran. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dyah Rachmalita terlihat sibuk menghias toples-toples kaca di galeri dan workshop miliknya. Yakni Lita Glass Painting di Jalan Kawi Selatan, Kota Malang.

Bersama tiga pekerjannya, Lita sibuk mengejar target produksi toples kue lebaran berhias lukisan motif batik yang diburu pembeli. 

Pesanan toples lukis di galeri tersebut selalu mengalami peningkatan setiap menjelang lebaran.

"Pesanan sudah mulai masuk sejal awal Ramadan lalu. Penjualannya terus meningkat hingga 50 persen dari hari biasa," ujar Lita saat ditemui MalangTIMES. 

Selain toples, sebenarnya cukup banyak barang produk kerajinan lukis kaca yang dibuat. Misalnya kaca hias, piring hias, hingga gelas hias.

Namun selama Ramadhan 1439 H ini yang paling dicari adalah toples.

"Yang banyak dicari toples. Peminatnya mungkin mencari untuk tempat kue lebaran," ujarnya.

Yang paling diminati oleh pembeli, lanjut Lita, yakni motif-motif klasik.

Pihaknya sengaja mengangkat tema batik tahun ini sebagai bentuk pelestarian warisan budaya.

"Tahun ini kami membuat koleksi toples lukis yang motifnya batik klasik. Mulai dari motif parang, kawung, dan lainnya. Karena batik ini kan warisan heritage yang diakui dunia," ujarnya. 

Selain dipasarkan di Malang Raya, toples-toples tersebut juga banyak dipesan di luar daerah.

"Kalau langganan paling banyak justru dari Jakarta, kedua dari Bali," terangnya.

Selain itu, pesanan biasanya juga datangdari lembaga atau instansi tertentu yang membutuhkan toples sebagai suvenir dalam parcel lebaran.

Umumnya, untuk tiap instansi diberikan motif tertentu yang berbeda dengan pasar umum.

Toples-toples tersebut, lanjut Lita, dijual mulai harga Rp 100 ribu per buah.

Harga tersebut juga disesuaikan dengan besar toples dan juga kerumitan motif batik serta banyaknya penggunaan warna cat.

Tahun ini, harga toples tersebut mengalami kenaikan.

"Ramadan ini agak naik harganya karena biaya produksi naik, utamanya harga cat. Bahan cat masih impor dari Perancis yang khusus untuk lukis kaca," urainya.

Menurutnya, di Indonesia sendiri sudah ada produksi cat lukis kaca. Namun dari segi kualitas, masih kalah dari cat impor.

Selain itu, juga untuk menjamin keamanan penggunaan cat tersebut jika wadah digunakan untuk tempat makanan.

"Ada kenaikan harga cat sekitar 15 persen. Selain toples, apapun barang dari bahan kaca bisa dilukis. Untuk motifnya, kami mengikuti tren pasar," ujarnya.

Pengerjaan toples lukis tersebut juga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Menurut Lita, waktu yang dibutuhkan bergantung besar kecil ukuran toples.

"Kalau kecil satu orang bisa lima toples sehari, kalau yang besar satu orang satu. Apalagi selesai dilukis kan masih harus finishing. Ada detail ornamen itu juga yang membuat bikinnya lama," pungkas Lita.


Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : sandi permana soebagio


Top