Social Media

Share this page on:

Koperasi Rentenir Memakan Korban (2)

Pihak Koperasi Nilai Denda Ratusan Juta Sudah Jadi Risiko Peminjam

09-06-2018 - 12:16
Kantor Koperasi Simpan Pinjam Delta Pratama Kota Batu (Foto : Irsya Richa/MalangTIMES)
Kantor Koperasi Simpan Pinjam Delta Pratama Kota Batu (Foto : Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kepala Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Delta Pratama Kota Batu Yohanes Candra mengakui jika memiliki pelanggan yang meminjam uang di koperasinya atas nama Roy Darmawan (36).

Namun demikian, ia tidak mau berkomentar banyak tentang kasus yang menjerat nasabahnya ini. Termasuk tentang denda dan bunga tinggi yang dibebankan kepada Roy Darmawan.

Yohanes hanya beralasan denda plus bunga puluhan juta dibebankan kepada nasabahnya itu karena yang bersangkutan tidak dapat melunasi utangnya hingga membengkak dan dijatuhi denda cukup besar. Hal tersebut menurutnya sudah merupakan risiko Roy Darmawan sebagai peminjam.

“Tergantung persepsi Roy, kalau misalnya dulu melunasi kan enggak sampai terkena denda,” ungkap Kepala KSP Delta Pratama Kota Batu Yohanes Candra saat dikonfirmasi melalui telepon sellulernya.

Sebenarnya, MalangTIMES sudah berupaya mengonfirmasi masalah ini ke pimpinan koperasi. Namun, karena Yohanes tidak ada di kantornya kami memutuskan melakukan percakapan via whatsapp.

Saat MalangTIMES meminta waktu untuk bertemu untuk keperluan konfirmasi tentang masalah ini, Yohanes justru memilih untuk ditelpon. Dari beberapa pertanyaan yang disodorkan Yohanes hanya mau menjawab sebagian kecil saja..

Menurutnya, MalangIMES merupakan orang pihak 16 yang mengajukan pertanyaan terkait permasalahan yang terjadi pada Roy. Yohanes mengaku jengkel lantaran Roy Darmawan menghilangkan barang jaminan yakni sebuah mobil yang diajukan dalam kredit tersebut.

“Mobil dihilangkan, coba kalau tidak terjadi seperti itu kan enggak mungkin sampai seperti ini. Karena itu dalam tuntutan menghilangkan barang jaminan,” imbuhnya.

Menurutnya dalam kasus ini Roy telah melakukan tindakan pidana. Namun demikian, saat ditanya kronologi kasus ini secara lebih jelas, Yohanes mengaku sudah capek untuk menceritakannya lebih lanjut. “Saya sudah capek bahas masalah Roy,” ujar Yohanes dengan nada tinggi.

Bahkan saat ditanya mengapa denda yang dibebankan hingga Rp 118 juta, ia tetap tidak ingin menjabarkannya secara rinci. Ia pun tetap menuduh Roy telah melakukan kelalaian dengan menghilangkan barang jaminan.

Saat ditanya tentang Rapat Tahunan Anggota, nada bicara Yohanes mulai santai. Ia menjelaskan jika Yohanes menjalankan tugas sesuai dengan aturan.

Biasanya Rapat Tahunan Anggota merupakan pertemuan yang dilakukan antara Januari atau Juli tergantung dengan kesepakatan dengan anggota KSP Delta Pratama.

“Kalau pun dalam satu tahun itu tidak ada rapat tahunan tentunya akan ada persetujuan dari para anggota. Karena saya itu taat dengan aturan,” tambahnya.

Lalu bagaimana dengan sistem untuk melakukan peminjaman? Yohanes lagi-lagi tidak mau bicara terkait hal tersebut. Hanya menjawab sistemnya cukup panjang.

Sementara itu, saat MalangTIMES mendatangi KSP Delta Pratama di Jl Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu (depan Pasar Besar Kota Batu) pada Kamis (7/6/2018) pukul 13.30 WIB terlihat kantor itu hanya dihuni tiga pegawai. Masing-masing duduk di meja dan terlihat sibuk dengan pekerjaannya.

Saat itu tidak ada konsumen yang terlihat melakukan bertransaksi alias sepi. Kondisi kantornya pun cukip sederhana. Kami lalu masuk dan menyapa salah satu dari tiga pegawai tersebut sekaligus meminta izin untuk menemui kepala KSP Delta Pratama Yohanes Candra.

Lalu satu pegawai berdiri dan menghampiri kami. Ia mengatakan jika Yohanes sedang tidak ada di kantor.

“Pak Yohanes sedang keluar istirahat, sudah kelura dari tadi tapi enggak tahu nanti kembali lagi atau tidak. Tapi biasanya tidak kembali,” ungkap salah satu pegawai.

“Ada keperluan apa bertemu dengan Pak Yohanes,? “Apakah sudah menghubungi terlebih dahulu atau sudah ada janji bertemu di kantor,?’.

Kemduian pegawai tersebut meminta agar kami menghubungi pimpinannya itu terlebih dahulu sebelum datang ke kantornya.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha


Top