Social Media

Share this page on:

Sebelas Hari Tidak Pulang, Remaja Ini Ditemukan Membusuk di Jurang Curahsat

12-06-2018 - 20:48
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

MALANGTIMES - Sebelas hari tidak ada kabar, keluarga dari pelajar asal Desa Kebonsari,  Kecamatan Tumpang,  bernama Dicky Hatayama (17) cemas dan kebingungan. 

Pasalnya, Dicky sebelum menghilang tidak memberikan kabar apapun. Hanya ada sebuah panggilan telepon dari saudaranya,  saat Dicky bersama salah satu rekannya berada di Desa Pandansari,  Kecamatan Poncokusumo,  tanggal 1 Juni 2018 sekitar pukul 12.00 WIB. 

Panggilan telepon tersebut agar Dicky segera pulang untuk mengantarkan kunci motor yang terbawa olehnya saat itu. Saat itu juga Dicky langsung berangkat dengan menaiki sepeda motor rekannya merk Kawasaki Ninja Nopol DA 5954 LS.

Tapi,  sampai sebelas  hari berlalu tidak ada kabar dari Dicky. Hal ini membuat keluarga dan pemilik motor yang dipakai Dicky kebingungan dan akhirnya melaporkan hal tersebut kepada perangkat desa. Sebelum adanya pencarian, seorang warga desa bernama Nurawi (54) warga Rt 04 Rw 11 Desa Pandansar, Kecamatan Poncokusumo,  yang akan mencari kayu bakar melaporkan menemukan sosok manusia dan sebuah sepeda motor di jurang Curahsat. 

Sontak saja penemuan Nurahwi membuat geger warga sekitar yang langsung melaporkan penemuan mayat yang sudah membusuk dan disampingnya teronggok sepeda motor kepada babinsa. 

Saat di lokasi kejadian,  perangkat desa dan babinsa segera melapor juga kepada Polsek Poncokusumo serta meminta bantuan untuk melakukan evakuasi jenazah yang sudah membusuk tersebut. 

"Ada laporan warga yang menemukan sosok mayat sudah membusuk sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Anggota langsung ke TKP bersama Relawan Balakarcana dan PMI untuk evakuasi," kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Farid Fathoni,  Selasa (12/6/2018). 

Dari ciri-ciri korban dan  diperkuat dengan sepeda motor di sampingnya, korban dipastikan adalah Dicky yang selama sebelas hari menghilang tanpa kabar. Hal ini juga diperkuat oleh pemilik motor yang dipakai korban. 

Sampai berita ini ditulis,  korban pelajar tersebut yang setelah dievakuasi dan langsung di bawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilakukan otopsi,  pihak kepolisian belum memberikan rilis resmi mengenai penyebab kematiannya.

"Jajaran masih menyelidiki sambil menunggu hasil oauopsi korban," ujar Farid. 

Walau berkembang  kemungkinan penyebab tewasnya Dicky di jurang Curahsat,  Poncokusumo,  karena tergelincir atau jatuh ke jurang,  pihak kepolisian masih menunggu penyelidikan dan hasil otopsi korban dari rumah sakit. 

"Kemungkinan ke sana ada,  tapi kita tunggu kepastiannya nanti," pungkas Farid. 


Pewarta : Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha


Top