Social Media

Share this page on:

Lebaran Rasanya Tidak Lengkap Tanpa Soto Pulungdowo

19-06-2018 - 11:33
Soto pulungdowo, Tumpang, merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Malang yang selalu hadir dalam merayakan kegembiraan silaturahmi dalam lebaran (Foto @liliantedja)
Soto pulungdowo, Tumpang, merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Malang yang selalu hadir dalam merayakan kegembiraan silaturahmi dalam lebaran (Foto @liliantedja)

MALANGTIMES – Tentunya ini bukan sekadar slogan. Lebaran tidak lengkap tanpa tersajinya soto Pulungdowo asli Tumpang.

Makanan khas nusantara ini, tidak sekedar berhenti untuk memuaskan rasa lapar. Atau sebagai bagian kuliner asli Indonesia saja. Tapi juga mampu merekatkan silaturahmi selama bertahun-tahun dalam nuansa Syawal atau lebaran.

Hal ini terlihat dari sajian menu Soto Pulungdowo, Tumpang, yang setiap tahunnya selalu ada di kediaman Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, setiap kali menggelar open house di bulan Syawal dalam menyambut lebaran.

Ribuan mangkok soto Pulungdowo, kerap tampil dalam kemeriahan silaturahmi antara pemimpin dan masyarakatnya secara langsung ini.

Nur Ardiansyah penjual soto Pulungdowo menyatakan, setiap tahun saat lebaran tiba, Bupati Malang akan memesan ribuan mangkok soto yang dijualnya sebagai menu makanan bagi masyarakat yang datang dan bersilaturahmi dengannya.

“Pak Bupati setiap tahun pesan soto. Lebaran ini beliau memesan 2 ribu mangkok soto pulungdowo,” kata Nur Ardiansyah kepada MalangTIMES.

Lantas apakah yang membuat Bupati Malang jatuh cinta pada soto Pulungdowo, Tumpang. Adakah yang membedakannya dengan soto lain yang bertebaran di berbagai wilayah Kabupaten Malang atau yang lebih terkenal namanya. Misalnya soto Lamongan atau soto Lombok.

Dari berbagai pengalaman para pecinta kuliner yang dirangkum dari berbagai situs maupun media sosial, soto Pulungdowo, Tumpang, terkenal karena cita rasanya yang berbeda dengan jenis soto lainnya. Nur menyatakan, perbedaan rasa soto pulungdowo dikarenakan kaldu yang dipakainya dari ayam kampung.

Saatnya soto pulungdowo, Tumpang masuk juga dalam jenis soto Indonesia khas Kabupaten Malang (UGM)

“Kaldu ayam kampung plus koya khusus membuat soto Pulungdowo menjadi enak dan berbeda rasanya dengan soto lainnya,” ujarnya.

Kuah soto pulungdowo tidak bening atau berwarna kuning karena adanya penambahan kunyit. Kuah soto pulungdowo yang telah diberi koya khusus, kerap memanjakan para pecinta kuliner yang merasakan kenikmatan rasanya.

Rasa ayam kampung yang semakin kuat dengan adanya kuah asli dari ayam kampung, larutan koya serta pelengkap bumbu kaya rasa. Plus potongan daging ayam terbilang banyak, telah membuat soto Pulungdowo juga menjadi salah satu menu favorite Putri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani.

Nikmatnya mencicipi soto Puungdowo semakin mantap saat disantap dalam suasana guyub. Bersama-sama dalam berbagai acara yang melibatkan ratusan orang seperti yang terlihat di kediaman Bupati Malang beberapa hari lalu. Kelezatan soto, kegembiraan bersilaturahmi, bersatu padu dalam merayakan kemenangan di bulan Syawal ini.

Soto Pulungdowo bukan sekedar kuliner semata, tapi telah menjadi perekat dan pelengkap dalam merayakan hari yang fitri di bulan Syawal ini.


Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha


Top